Bisa dan Sempurna

Selasa , 22 Juni 2021 | 08:49
Bisa dan Sempurna
Sumber Foto: Sinarharapan.co
Marzuki Usman
POPULER

KETIKA penulis mengikuti kuliah Pembangunan Ekonomi (Economic Development) di Kampus Duke University, Durham, Nort Carolina, Amerika Serikat, dosennya Profesor DR. Martin Bronfenbrenner.

Beliau membahas bagaimana usaha-usaha yang harus dikerjakan oleh Pemerintah untuk membuat suatu negara menjadi : kaya, makmur dan merata (adil) kepada seluruh warga negaranya.

Maka perlu dikerjakan persyaratan, pertama, kebijakan itu Bisa (Necessary) dijalankan, dan lalu hasilnya rakyat dari negara tersebut menjadi Kaya.

Kedua, kebijakan itu harus membuat rakyatnya menjadi kaya, yang Sempurna (Sufficient). Artinya kayanya itu menjadi orang terkaya di dunia.

Sebagai perbandingannya, kalau seorang konsumen mau menikmati sepuas-puasnya dari suatu barang, maka dia haruslah punya uang / punya penghasilan untuk membeli barang yang dia perlukan itu.

Hal ini dibaca, dia bisa membeli barang itu. Apa dia sudah puas? Si konsumen yang ingin puas sekali, maka dia haruslah punya penghasilan yang lebih besar lagi.
Artinya, dia bisa beli barang yang dia perlukan itu adalah barang yang paling bagus. Sudah barang tentu harganya lebih mahal. Maka si konsumen itu haruslah sebagai seorang kaya. Tentulah si konsumen itu sempurna (Sufficient), konsumsinya.

Moral dari cerita ini adalah, menurut Sang Profesor, kalau ingin membuat rakyatnya berbahagia, maka Pemerintahnya haruslah punya kebijakan-kebijakan yang akan membuat rakyat semua, menjadi orang kaya. Dengan demikian rakyatnya akan dapat mengkonsumsikan barang-barang yang mahal harganya. Dan dengan demikian juga, rakyatnya akan merasa sangat puas sekali dalam menikmati barang-barang konsumsi yang mereka perlukan.

Jadi, kalau rakyatnya hanya punya penghasilan saja, adalah baru bisa beli barang itu, tetapi belum yang mahal harganya. Berarti kepuasan yang dia dapat, belumlah membuat dia puas sekali. Untuk itu Pemerintahnya harus mengambil kebijakan, sehingga membuat rakyatnya menjadi kaya-raya.

Semoga hal yang seperti ini akan terjadilah di bumi Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Insya Allah nanti, penulis akan dapat ikut menikmati Indonesia yang rakyatnya kaya, adil, dan makmur. Allahu akbar walillahil hamd. (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom senior dan pendiri pasar modal.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load