Indonesia Bisa Jadi Lumbung Protein Nabati Dunia

Selasa , 15 Juni 2021 | 11:23
Indonesia Bisa Jadi Lumbung Protein Nabati Dunia
Sumber Foto : Sinarharapan.co
Marzuki Usman
POPULER

PADA suatu, di bulan Maret 2021, penulis mendapat WhatsApp (WA) dari seorang teman dengan judul, “Bertani: kentang, ubi jalar, wortel, bengkuang, kacang hijau, dan lain sebagainya”, dapat dilakukan dengan karung goni kosong, diisi dengan tanah yang sudah dicampur dengan sedikit pasir, dan dicampur juga dengan pupuk kandang, seperti kotoran: sapi, kambing dan ayam.

Kemudian, karung goni yang sudah diisi penuh dengan tanah yang sudah dicampuri itu, lalu dibuat lubang-lubang di sekeliling karung itu, dan ditanamkanlah dengan sedikit berjarak: wortel, kentang, kacang hijau, bengkuang, dan ubi jalar/rambat.

Kemudian, setiap hari karung goninya disirami air secukupnya, sebaiknya air gunung. Setelah 90 hari, karung goni itu dibedah, maka panenlah dengan : 1. wortel, 2. kentang, 3. kacang hijau, 4. bengkuang, dan 5. ubi jalar/rambat. Dan, dengan suatu sistem, maka panennya, dapat diatur setiap hari. Jadi, bertani tidak lagi memerlukan tanah pertanian yang terbuka. Bertani yang secara seperti ini, bisa dipraktekan kepada setiap rumah yang berada : di desa, dan rumah-rumah yang berada disepanjang lorong di perkotaan. Hal ini, berarti Indonesia bisa menjadi lumbung protein nabati untuk manusia sedunia.

Ada teman penulis lagi yang suka keluar masuk hutan. Dia berujar, sebagai berikut, “Ya Marzuki, di dalam hutan belantara yang tersebar di seluruh Indonesia, bisa diketemukan tumbuhan gadung, yang memiliki umbi yang besar-besar. Dan umbi gadung ini yang tumbuh secara liar itu dapat diolah menjadi makanan bahan pokok, untuk manusia”.

Dia berkata lagi, “gadung yang tumbuh secara liar di hutan, dan hampir tidak ada yang memanfaatnya, karena  umbi gadung itu ada racun yang bisa mematikan manusia. Tetapi, sudah ada teknologi secara tradisional, untuk membuat umbi gadung bisa dimakan manusia”. Dan teman itu berpendapat bahwa umbi gadung itu bisa dibudidayakan, alias dibuat seperti perkebunan kentang. Hal ini berarti Indonesia bisalah menjadi pemasok tepung gadung ke seluruh dunia.

Dan tidaklah heran, kalau apa yang kita bahas di atas itu menjadi kenyataan. Maka, Insya Allah, Indonesia akan menjadi lumbung protein nabati dunia? (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom senior dan pendiri pasar modal.






KOMENTAR

End of content

No more pages to load