Merger atau Acquisation, Reaksi Terhadap Pandemi COVID-19

Selasa , 30 Maret 2021 | 10:17
Merger atau Acquisation, Reaksi Terhadap Pandemi COVID-19
Sumber Foto : Sinarharapan.co
Marzuki Usman
POPULER

 

PANDEMI COVID-19, meskipun sudah diketemukan Vaksinnya, tetapi beIum terlihat tanda-tanda bahwa wabah ini akan segera hengkang dari Dunia / Bumi ini. “Lalu, akan harus berbuat apa?” ujar teman penulis yang punya restoran.

Dia melanjutkan keluhannya, “Bagaimana saya akan bisa melestarikan bisnis saya? Boro-boro untuk berekspansi restoran saya di kota Jakarta ini”.

Penulis bertanya, “Apa pasalnya?”

Dia menjawab, “Semenjak ada wabah COVID-19, teman-teman pelanggan yang berkunjung ke restoran saya turun drastis sekali. Sebelumnya, para pelanggan restoran saya, antri menunggu gilirannya dengan sabar, untuk bisa menikmati menu restoran saya? Rupanya, para pelanggan saya, terpaksa lebih suka ngendon di rumah saja. Akibatnya,
restoran saya omsetnya menurun drastis sekali. Dan, saya terpaksa mengurangi produk makanan restoran saya. Dan juga terpaksa merumahkan pegawai restoran saya!”

Penulis menyela “Bolehkan saya memberi pendapat?” Dia menjawab, “Silahkan temanku!”

Penulis bernasihat, “Kenapa anda sekarang ini tidak menggunakan kesempatan untuk mengambil alih, alias membeli restoran-restoran yang sudah menyerah berbisnis restoran makanan, sebagai
akibat dari pada COVID-19. Dengan demikian anda menjadi restoran makan yang besar sekali. Dan, semakin banyak pelanggan anda yang berkunjung ke restoran anda. Dan, anda menjadi pemenang di dalam situasi yang masih dihambat oleh wabah COVID-19”.

Penulis meneruskan usul kepada teman saya itu, sebagai berikut. “Pilihan anda, kalau tidak bisa melakukan ambil alih, atau pembelian restoran-restoran makan yang lain, maka anda harus bisa
mencari peluang untuk bergabung kepada rekan restoran yang masih tetap hidup (survive). Kan, lebih baik bergabung, daripada mati sendiri!”

Lalu dia berujar, “Thank you friend. I will do its”. Alangkah indahnya kalau pengusaha-pengusaha kita yang sekarang ini lagi mengalami masa yang lagi suram meniru optimisme teman penulis ini. Semogalah! (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom senior, pendiri pasar modal.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load