Setahun Sudah Harun Masiku Hilang Bak Ditelan Bumi

Rabu , 06 Januari 2021 | 12:06
Setahun Sudah Harun Masiku Hilang Bak Ditelan Bumi
Sumber Foto Buser Kriminal
Harun Masiku
POPULER

JAKARTA--Hingga pekan ini telah satu tahun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal menangkap politisi PDIP Harun Masuki. Tidak ada kemajuan yang berarti dalam pencarian buron tersebut sehingga berkembang rumor ada pihak-pihak yang sengaja melindunginya.

Harun menghilang sebelum operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1/2020). semula dinyatakan Harun pergi ke luar negeri namun bukti-bukti menunjukkan bahwa politisi itu sudah kembali ke Indonesia.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya dari Rp 900 juta yang diminta. KPK menetapkan total empat tersangka dalam kasus suap yang menyeret komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina, Harun Masiku, dan pihak swasta bernama Saeful.

Kasus ini juga menyeret korban, antara lain, pencopotan Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ronny F Sompie, yang dianggap bertanggungjhawab atas kesemrawutan data keimigrasian, terutama terkait kepergian Harun Masiku ke luar negeri.,

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sempat mengatakan waktu itu bahwa  pencopotan Ronny dalam rangka pembentukan tim gabungan untuk menyelidiki kesalahan informasi soal catatan perjalanan tersangka KPK dalam kasus suap Komisioner KPU, Harun Masiku.

"Supaya tim independen ini jangan ada conflict of interest, saya sudah memfungsionalkan dirjen imigrasi. Jadi sekarang dirjen imigrasi sudah diganti Plh (Pelaksanaharian), termasuk Direktur Sisdik Keimigrasian-nya," ujar Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Tim gabungan bentukan Yasonna terdiri atas unsur Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, dan Ombudsman RI. Apa kerja tim hingga sekarang tak jelas dan Harun Masiku tetap hilang bak ditelan bumi.

Tak pelak lagi, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik KPK yang dinilai tidak bersungguh-sungguh menangkap Harun. Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, kegagalan KPK meringkus Harun Masiku sejak awal sudah diprediksi. Sebab sudah tampak bahwa KPK tidak benar-benar serius ingin mencari keberadaannya.

KPK memang sudah memasukkan Harun sebagai DPO sejak 17/1/2020 lalu. ICW menengarai perburuan tersebut mandek,  salah satunya karena tidak memiliki niat menangkap Harun. "Komitmen yang rendah dari pimpinan KPK. ICW berkesimpulan, KPK bukan tidak mampu, melainkan tidak mau menangkap Harun Masiku," ujar Kurnia, beberapa waktu lalu.

ICW merekomendasikan agar KPK segera membubarkan Satgas pencarian Harun Masiku yang hanya sia-sia. "ICW merekomendasikan agar pimpinan KPK segera mengevaluasi Deputi Penindakan serta diikuti juga dengan membubarkan Satuan Tugas (Satgas) Harun Masiku," tandasnya.

Apakah benar bahwa penangkapan Harun Masiku akan menyeret Sekjen PDIP Hasto Kristyanto sehingga KPK sulit menangkapnya, itu soal lain. Itu bukan soal hukum dan penegakan keadilan. Itu soal politik yang belum tentu benar. Tapi yang jelas kasus Harun akan tetap menjadi beban hutang KPK kepada publik dan akan terus ditagih.

Setelah berhasil mengungkap kasus kebocoran dana bansos yang menyeret kader PDIP Juliari Batubara, mestinya tidak ada keraguan KPK menangkap Harun Masiku. Waktu akan membuktikannya nanti.

 



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load