Indonesia Menjadi Pemasok Toge Dunia

Selasa , 13 Oktober 2020 | 07:42
Indonesia Menjadi Pemasok Toge Dunia
Sumber Foto : Istimewa
Budidaya Toge
POPULER

PADA suatu hari penulis di dalam satu lift dengan dua orang ibu-ibu yang bekerja pada gedung pencakar langit, Jakarta, yang sama dengan penulis.

Mereka berdua serentak bertanya kepada penulis, “Kapan selesainya wabah COVID-19 ini Pak?”

penulis seraya tanpa berpikir lama, sepontan berujar, “Ibu berdua, menurut bacaan saya, wabah COVID-19 Ini berhenti ketika hari kiamat lah!”

Mereka serentak berucap, “Lalu kita akan makan apa nanti Pak?” Tanya mereka yang dialamatkan kepada penulis.

“Ibu berdua jangan khawatir bu. Negara ini dikarunia Allah SWT, banyak sekali. Lihatlah ke sekitar rumah tempat tinggal Ibu, misalnya di Condet, Jakarta Timur. Di situ masih banyak tanah-tanah pekarangan yang tidak ditanami apa-apa."

"Misalnya, pada setiap rumah yang berpekarangan, marilah mulai bertani menanam kacang hijau, seluas lebarnya 1 meter dan panjangnya 5 meter, berarti luas seluruhnya 5 meter persegi."

"Kalau di Condet itu ada 2.000 rumah yang berpekarangan, dan dapat digunakan untuk bertani kacang hijau yang masing-masing seluas 5 meter persegi. Hal ini berarti sudah ada pertanian kampung kacang hijau seluas 10.000 meter persegi, yakni sama dengan 1 hektare."

"Kalau kita hitung, misalnya di Indonesia ada 30 juta rumah di pedesaan yang bisa bertani kacang hijau, berarti luasnya samalah dengan 30 juta x 1 hektare = 30 juta hektare kebon kacang hijau, dan itulah produk petani rumah tangga Indonesia. Kalau tanaman kacang hijau itu, misalnya bisa dipanen setelah 3 bulan. Dan, kalau dihitung secara teliti, berarti Indonesia setiap hari bisa panen kacang hijau. Satu dan lain, karena di Indonesia tidak ada empat musim. Di Eropa kalau pada pada musim dingin, tidak bisa bertani kacang hijau."

“Selanjutnya, biji kacang hijau ini, bukan hanya untuk dibuat bubur kacang hijau, akan tetapi di budidayakan untuk membuat produksi toge. Yakni, dengan teknik yang sederhana sekali. Mari sebarkan biji kacang hijau itu. Misalnya, di atas meja bambu, yang panjangnya 50 cm dan lebarnya 30 cm. Sebelumnya, gelarkanlah karung goni, lalu di sebarkan biji kacang hijau di atasnya. Dan, kemudian disiram dengan air bersih setiap pagi. Dan, Insya Allah pada hari kelima sudah panen toge. Dan perlu dicatat bahwa bertani toge ini tidak memerlukan tanah dan cahaya matahari. Artinya menjadi pertanian di dalam rumah saja? Semacam usaha menengah kecil dan mikro, untuk rakyat di pedesaan."

Patut diketahui, bahwa manusia sedunia mengkonsumsi toge. Hal ini berarti Insya Allah, Indonesia akan menjadi pemasok toge untuk manusia sedunia. Penulis berpendapat, bahwa adanya Pendemi COVID-19 ini, Allah SWT menganugerahi rakyat Indonesia untuk berbudi daya toge, dan lalu menjadi pemasok toge dunia, Insya Allah! (Marzuki Usman)

Penulis adalah pengamat ekonomi dan pendiri pasar modal.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load