COVID-19 dan Ekonomi Indonesia, Belajar dari Pengalaman AS Atasi Resesi 1930

Selasa , 15 September 2020 | 08:04
COVID-19 dan Ekonomi Indonesia, Belajar dari Pengalaman AS Atasi Resesi 1930
Sumber Foto : Sinarharapan.co
Marzuki Usman

PADA medio tahun 1930-an, dunia lagi mengalami resesi yang hampir pada setiap negara maju di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Amerika Latin, serta negara-negara di Asia. Semua negara ini mengalami resesi seperti, Jepang, Korea, China, India, Timur Tengah, dan seterusnya.

Karena pada waktu itu sektor swasta yang memiliki perusahaan yang memproduksi barang-barang dan jasa-jasa, hampir semuanya sudah pada tutup toko, alias bangkrut. Hal ini terjadi sebagai akibat turun drastis permintaan dari para konsumen atau rakyat dari negara yang bersangkutan.

Jumlah tenaga kerja yang menganggur semakin meningkat. Pada gilirannya menyebabkan permintaan terhadap barang-barang produksi dari perusahaan-perusahaan semakin menurun dengan drastis. Akhirnya, situasi ekonomi yang mengalami resesi, alias lesu darah, semakin berkepanjangan di negara-negara itu.

Pemerintah Amerika Serikat pada waktu itu mengambil kebijakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Maka dimulailah program pembangunan prasarana, seperti : pembangunan dam (bendungan) raksasa, pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, dan sebagainya.

Untuk membangun itu semua, maka diperlukan biaya yang sangat besar sekali. Maka pemerintah Amerika Serikat, menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN), alias Surat Utang Obligasi Negara. Dan terkumpullah uang yang sangat banyak dari hasil pembelian SBN itu, oleh rakyat Amerika Serikat sendiri.

Dengan penerbitan SBN itu, maka otomatis uang yang semula bisa digunakan untuk berspekulasi, sekarang uang itu sudah tersetor ke kas negara. Pada gilirannya, akibatnya tingkat inflasi segera menurun.

Kemudian, uang SBN itu digunakan oleh negara, untuk membiayai pembangunan prasarana : jalan, jembatan, bendungan, dan sebagainya, sudah barang tentu diperlukan bahan-bahan baku seperti : semen, besi, kayu, dan sebagainya. Juga untuk membayar gaji tenaga kerja yang membangun projek prasarana itu.

Maka pada gilirannya daya beli rakyat juga menaik. Akibatnya produksi barang dan jasa akan meningkat. Lalu akibatnya, pengangguran semakin berkurang, dan ekonomi segera bangkit lagi. Semua pelaku ekonomi berbahagia dan bersemangat lagi. Ekonomi Amerika Serikat bangkit lagi dan menjarah ke seluruh dunia?

Menurut penulis, kita bolehlah belajar kepada pengalaman Amerika Serikat itu untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, untuk keluar dari perangkap akibat wabah Corona Covid 19. Semogalah harapan ini, bisa menjadi kenyataan, Insya Allah. (Marzuki Usman)

Penulis adalah pengamat ekonomi dan pendiri pasar modal.

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load