Prediksi Ekonomi Indonesia Pasca COVID-19

Selasa , 14 Juli 2020 | 08:03
Prediksi Ekonomi Indonesia Pasca COVID-19
Sumber Foto : Istimewa
Ilustrasi. Sektor pariwisata yang paling terdampak pandemik COVID-19

WABAH Virus Corona, COVID-19 yang kelihatannya sudah kerasan bermukim di bumi Indonesia. Sejak bulan Maret 2020 sampai hari ini, belum terlihat tanda-tanda mereda.

Apalagi untuk punah dan hengkang dari bumi Indonesia. Hal ini sangat besar pengaruhnya kepada perekonomian Indonesia.

Ambilah contoh sektor Pariwisata, menyangkut : hotel, travel biro, restoran, tempat hiburan, penerbangan dan angkutan laut, udara, dan sebagainya, kelihatannya terpukul hebat sekali.

Kabarnya di Pulau Bali, banyak hotel-hotel yang mau dijual, tetapi sulit mendapat pembelinya. Demikian juga perusahaan penerbangan seperti : Garuda, Citylink, Lion, dan sebagainya, penghasilannya turun drastis sekali.

Demikian juga dengan sektor pertanian, banyak produk pertanian, seperti : minyak kelapa sawit, buah-buahan, seperti pisang, pepaya dan sebagainya, semuanya lagi lesu darah, alias susah untuk menjualnya, karena permintaan dari konsumen lagi berkurang, karena mereka harus lebih suka tinggal di rumah mentaati aturan Pemerintah untuk meretas rantai penyebaran wabah COVID-19.

Seorang teman saya, ahli ekonomi, Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) berujar bahwa dia memperkirakan, bahwa ekonomi Indonesia pasca pandemik COVID-19 adalah sebagai berikut :

Pertama, ekonomi Indonesia akan pulih kembali dengan pesatnya, (Good). Kenapa begitu? Karena, apabila Pemerintah berhasil menyetop pandemik COVID-19, maka pelaku ekonomi, utamanya, sektor-sektor swasta akan segera bergerak.

Dia berujar, bahwa di sektor pertanian rakyat, mereka bisa memproduksi sayuran toge dari masing-masing rumah mereka, karena tumbuhan toge itu bisa dibuat menjadi produk rumah tangga, karena toge tidak memerlukan tanah, dan sinar matahari, untuk membudidayakannya. Tanaman toge itu bisa juga dibudidayakan di dalam rumah.

Dan di Indonesia budi daya toge itu bisa berproduksi sepanjang tahun, karena tidak ada musim dingin. Jadi Indonesia bisa menjadi pemasok utama (Gigantic Suplier) sayuran toge ke seluruh dunia.

Dia berkata, bahwa banyak juga hal seperti toge ini, yakni seperti : produk pisang, yang juga dibutuhkan oleh penduduk dunia, genjer, perikanan, dan produk-produk pertanian lainnya, yang dapat dihasilkan sepanjang tahun.

Jadi, sektor pertanian (sektor riil) akan menjadi suatu penggerak utama ekonomi Indonesia, Pasca pandemik COVID-19. Marilah kita sebut bahwa pasca pandemik COVID-19, ekonomi Indonesia akan bagus sekali (Good).

Kedua, prediksi atau perkiraan kedua adalah, bahwa ekonomi Indonesia tidak begitu bagus (Not So Good) keadaannya.

Kenapa? Seraya ekonom itu berujar kepada penulis, “Hal seperti ini dapat terjadi, apabila kita tidak memfokuskan kepada sektor-sektor ekonomi yang bersifat sebagai absolut advantages.

Artinya, atas karunia Ilahi kita ditakdirkan memiliki keberuntungan mutlak (Absolute Advantages), seperti misalnya : Tenaga Terampil untuk : 1. cukur rambut (Barber), 2. Untuk pijit-pijitan (Massage), 3. Untuk mengurus (ngopenin) orang-orang tua (Lansia), dan seterusnya. Hal seperti ini tidak bisa diganti oleh mesin atau digital. Jadi nanti tenaga terampil Indonesia Insya Allah akan bisa mengisi dunia.

Artinya, kalau kita tidak pandai mensyukuri, talenta dan tenaga kerja terampil Indonesia sebagai karunia Ilahi, maka ekonomi kita akan menjadi tidak begitu bagus (Not So Good), karena orang asing (luar negeri), semestinya dia akan menghabiskan hari tuanya di lndonesia, lalu mereka pergi ke negara lain, seperti : Malaysia, China dan sebagainya.

Ataupun, turis lansia manca negara itu, akan tetap datang ke Indonesia, tetapi yang melayani mereka adalah tenaga-tenaga terampil, misalnya dari negara China atau Thailand. Lalu devisanya dinikmati bukan kepada rakyat Indonesia. Maka ekonomi Indonesia Pasca pandemik COVID-19, akan tidak begitu bagus (Not So Good).

Tentulah kita tidak suka hal seperti ini akan terjadi. Oleh karena itu marilah kita muliakan tenaga terampil Indonesia, karena keterampilan mereka adalah karunia Ilahi untuk mengisi dunia! (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom dan pakar pasar modal.




KOMENTAR

End of content

No more pages to load