PM Singapura: Kami Tangani Covid-19 Dengan Uang Sendiri

Minggu , 03 Mei 2020 | 14:52
PM Singapura: Kami Tangani Covid-19 Dengan Uang Sendiri
Sumber Foto : Istimewa
PM Singapura Lee Hsien Loong

SEJAK 8 Februari hingga 30 April  2020, PM Singapura Lee Hsien Loong berulangkali menjelaskan kepada rakyatnya tentang kebijaksanaan  pemerintah dalam menangani wabah Corona virus disease-2019  (Covid-19).

Penjelasannya itu sangat runut dan mencakup semua. Mulai dari situasi internasional, upaya menyehatkan  sektor makro dan mikro ekonomi sampai perawatan pekerja-pekerja asing yang terpapar virus Corona.

Pemerintah memperlakukan para pekerja asing sama dengan yang dilakukan terhadap rakyat Singapura. "Kami perhatikan juga pendapatan dan pekerjaan mereka," katanya pada 30 April lalu.

Yang menarik, Lee mengungkapkan pihaknya menyediakan dana $S60 miliar atau lebih dari Rp 62 triliun. Dana dipakai membantu pekerja , UMKM, industri dan lainnya.

"Tidak seperti pemerintah negara lain. Kami tidak meminjam melainkan mengambil dari cadangan nasional. Untuk itu kami berterima kasih kepada para pendahulu  yang menerapkan nilai-nilai displin dan pandangan jauh ke depan," lanjutnya.

Sejarah

Cadangan nasional Singapura dikelola dan dikembangkan oleh  Otoritas Moneter Singapura,  Government Investment Corporation (GIC) Private Limited dan Temasek Holdings (Temasek).

Ketiganya bergerak dalam bidang yang berbeda tetapi punya satu tujuan  yakni meningkatkan nilai cadangan nasional dalam surat-surat berharga, mata uang asing, emas maupun investasi secara langsung tidak langsung.

GIC Private Limited didirikan pemerintah Singapura pada 22 Mei tahun 1981. GIC berinvestasi dalam berbagai ‘keranjang’ untuk mengurangi resiko seperti instrumen pasar uang, ekuitas,  fixed income, instrumen pasar uang, investasi khusus dan real estate.

Portofolio investasi GIC dikelola tiga anak perusahaannya: GIC Asset Management Pte Ltd (pasar publik), GIC Real Estate Pte Ltd, dan GIC Special Investments Pte Ltd (investasi ekuitas terbatas, private-equity investment).

GIC disebut mengelola aset lebih dari $S100 miliar. Tetapi Sovereign Wealth Institute memperkirakan jumlah dana yang dikelola mencapai S$250 miliar. Salah satu grup usaha dengan nilai aset terbesar di dunia.

GIC sudah merambah investasi langsung maupun tidak langsung dilebih dari 40 negara. Pada Februari 2020, mengakuisi gedung kembar milik , LG Twin Towers, milik LG Group di Beijing, China seharga $S1,6 miliar.

Salah satu kunci keberhasilan GIC adalah mau memperkerjakan warga negara Singapura maupun asing yang berbakat dengan imbalan yang mahal. GIC juga dikenal berani mengambil resiko secara terukur.

Otoritas Moneter Singapura  (MAS), yang merupakan gabungan dari bank sentral dan kementerian keuangan,  menempatkan dana dalam bentuk emas,  mata uang asing, obligasi, Special Drawing Rights (SDR) dan cadangan khusus di Dana Moneter Internasional (IMF).

Menurut data MAS per Maret 2020 jumlah total dana yang ada ditangan MAS mencapai $S279.141,5 juta. Jumlah tersebut berubah dari waktu ke waktu.

Aset Temasek Holdings pada tahun lalu berjumlah $S313 juta. BUMN ini mengelola DBS Bank,  Singapore Airlines,  CapitaLand , ST Engineering,  Singtel,  Mediacorp,  PSA International, Certis Group,  SMRT Corporation,  Surbana Jurong, Vertex Venture Holdings dan Digiland.

Sekalian perusahaan sudah sampai tahap anak beranak. Saling kait terkait satu sama lain dengan perusahaan dalam GIC  maupun berkoordinasi dengan MAS. Dengan demikian karena ada tujuan dan budaya yang sama, maka resiko diperkecil.

Surbana Jurong, misalnya tahun lalu mendapat  konsesi merancang master plan Kawasan Ekonomi Digital Nongsa, di Batam. Surbana dalam proyek ini bekerjasama dengan Sinar Mas Group. Tentu mudah diterka asal mula pendanaannya?

Peran Dr.Gong Keng Swee

Mantan PM Lee Kuan Yew menyebut peran besar Dr. Goh Keng Swee dalam pembentukan cadangan devisa nasional. Dr Goh mengelola cadangan tersebut secara rasional, strategis dan profesional.

Cadangan nasional, kata pada ulang tahun ke 30 GIC, menjadi penyangga ketika terjadi krisis ekonomi tahun 2009. Neraca keuangan pemerintah yang sehat membuat investor yakin dan karenanya meningkatkan stabilitas dolar Singapura.

Pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan cadangan turut melengkapi revenue pemerintah.

Menurut data, pemerintahan PM Goh Chok Tong terpaksa  menarik, dengan seizin Presiden, menarik S$4,9 miliar dari cadangan nasional untuk menutup defisit anggaran belanja.

Dampak krisis tidak sedalam yang diduga hingga pemerintah  hanya menggunakan S$ 4 miliar. Dana itu dikembalikan lagi dua tahun kemudian ke kas negara.

Menyadari Kelemahan Bukan Kelebihan

Pembentukan cadangan nasional itu didasarkan kepada kesadaran Singapura tidak memiliki sumber daya alam tetapi sumber daya alam yang sesungguhnya adalah manusianya.

Atas dasar itu, pemerintah antara lain sangat mementingkan pendidikan dan meritokrasi.

Industri terbesar antara lain elektronika, produk-produk kimia, biomedical sciences, logistik dan engineering. Kontribusinya mencapai 20-25% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

PDB per kapita Singapura pada Desember 2019 mencapai US$63.233 ribu, sedangkan nominal PDB berjumlah US$91.738 miliar, ungkap CEIC.

Sektor lain yang turut menyumbang content development, perawatan kesehatan (rumah sakit), energi bersih, teknologi kesehatan, rekayasa kedirgantaraan dan sebagainya.

Singapura menganut kebijaksanaan ekonomi terbuka yang ditopang dengan sistem transportasi laut dan udara yang efisien. 

Bandar Udara Changi yang memiliki empat terminal menghubungkan Singapura dengan 380 kota di 90 negara.

Pelabuhan lautnya menghubungkan Singapura dengan sekitar 600 pelabuhan dan 123 negara.

Pelabuhan kontainernya termasuk yang paling sibuk di dunia. Galangan kapalnya melayani perbaikan seribu kapal dalam setahun.

Singapura menjadi tuan rumah lebih dari 200 bank dan lembaga keuangan bukan bank, serta lebih dari 200 perusahaan pelayaran  dari seluruh dunia.

Seolah seperti menggaris bawahi data di atas, Lee Hsien Loong dalam pidatonya pada 31 April lalu menyatakan, Singapore is small country but globalised.

Pemimpin Yang Amanah

Kemampuan pemerintah Singapura merogoh kantong sendiri dalam menangani dampak wabah Covid -19 menunjukkan, contoh dari pengelola negara yang amanah.

Mereka menerapkan faham ajaran Kong Hu Cu antara lain tentang, bijaksana, cinta kasih dan berani. Keharusan hidup hemat, menabung , rajin, sungguh-sungguh, membenci kepalsuan, mengutamakan pendidikan, suci hati dan TAHU MALU.

Sebagai pendiri negara Lee Kuan Yew memberlakukan prinsip kapitalisme otoriter.

Dia menerapkan kebijaksanaan yang pragmatis ketimbang dogmatis. Memilih para menteri yang pandai. Membentuk Aparat Sipil Negara yang berkualitas. Mereka yang terbukti korupsi dihukum.

Pemerintah Singapura berhasil meningkatkan pendapatan penduduk dari US$300 per orang menjadi sekitar Rp 60 juta lebih pada Desember 2019. Pengusaha Zhang Yong disebut yang terkaya dengan aset sedikitnya S$16,4 miliar atau sekitar Rp 164 triliun.

Sepertinya tak mungkin Zhang kaya dari hasil korupsi, pat gulipat atau maling sana, maling sini.

Kesimpulannya, pemilikan cadangan yang besar selain memperkokoh posisi dalam pergaulan internasional, juga tak perlu tengok kanan-tengok kiri bila ada krisis. Ini cadangan pemerintah, bukan pribadi! (Sjarifuddin)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load