Limau Bali?

- Selasa, 3 Januari 2023 | 05:53 WIB
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)


Oleh: Marzuki Usman

Pada periode 1950-an, penulis duduk di Sekolah Rakyat (SR) sekarang dikenal dengan nama Sekolah Dasar (SD) di Dusun (Desa) Mersam, Marga (Kelurahan) Kembang Paseban, Kecamatan Mersam, Kewedanaan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Keresidenan Jambi, Provinsi Sumatera Tengah.                   

Pada waktu itu permainan anak-anak Sekolah Rakyat dan yang seusianya tidak ada dijual di warung-warung atau toko-toko di Dusun Mersam. Juga tidak ada tersedia pada warung-warung di Ibu kota Kewedanaan Muara Tembesi.

Para orang tua, tidak habis akalnya untuk membahagiakan anak-anaknya. Mereka memanfaatkan mainan yang disediakan oleh Alam (Allah) menjadi permainan anak-anak mereka. Umpamanya, karena di Dusun Mersam belum ada warung yang menjual bola kaki. Maka, orang tua tidak kehilangan akal yakni dengan mengambil Limau (Jeruk) Bali yang cukup besar untuk disepak-sepak oleh anak-anak kecil di Dusun Mersam. Dalam pertandingan sepak bola itu, dengan menggunakan Limau Bali, dan gawangnya, cukup onggokan-onggokan batu besar maka kami para anak kecil merasa sangat berbahagia. Kami bisa menjadi juara Sepak Bola Limau Bali pada tingkat Dusun. Kemudian ke tingkat marga (Kelurahan), kemudian lagi ke tingkat Kecamatan, Keresidenan, dan puncaknya sebagai juara sepak bola Limau Balai pada tingkat Kabupaten, dan terakhir pada tingkat Keresidenan dan tingkat Provinsi!

Cerita ini, tinggal sebagai kenangan indah yang tidak terlupakan. Sekarang ini, sudah banyak peralatannya, sudah seperti pada orang kota di Indonesia dan bahkan juga seperti pada pendidikan  kota di dunia.

Alhamdulillah permainan sepak bola kaki kita sudah mulai menjadi juara ASEAN dan semoga Insya Allah masih di dalam usia penulis, para pemain sepak bola kaki kita akan menjadi juara dunia. Dan sudah barang tentu akan terbangun lapangan sepak bola kaki kita di setiap desa di NKRI kita. Amin.

Jakarta, Menikmati Tahun Baru 2023

Editor: Norman Meoko

Sumber: opini

Tags

Terkini

Kontroversi Dana Rp349 Triliun

Kamis, 30 Maret 2023 | 06:55 WIB

Buntung Karena Utangnya Melambung?

Selasa, 28 Maret 2023 | 06:31 WIB

Awak Masih Merangkak! Orang Lain Sudah Berlari!!!

Selasa, 21 Maret 2023 | 07:52 WIB

AS Gagal di Eropa, Peringatan Bagi Asia

Kamis, 16 Maret 2023 | 11:38 WIB

Berengkes Ikan Tempoyak?

Selasa, 14 Maret 2023 | 07:36 WIB

Kebijakan Jemput Bola?

Selasa, 28 Februari 2023 | 06:03 WIB

Pamer Kekayaan dan Hancurnya Revolusi Mental Jokowi

Senin, 27 Februari 2023 | 15:00 WIB

Siapa Wang Huning?

Kamis, 23 Februari 2023 | 06:08 WIB

Mengurai Kemacetan Jakarta hingga Akar Masalah

Sabtu, 18 Februari 2023 | 13:47 WIB

Orang Amerika Serikat Manusia Juga? (Tolong Menolong!)

Selasa, 14 Februari 2023 | 07:16 WIB
X