• Sabtu, 3 Desember 2022

Wonderful Indonesia V, Gunung Krakatau?

- Selasa, 22 November 2022 | 06:27 WIB
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)


Oleh: Marzuki Usman

Pada tahun 1967, penulis sudah menggondol titel/gelar sebagai sarjana muda (Bachelor of Art - BA atau Bachelor of Sciens - BSc) dalam Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada, di Kampus Bulak Sumur, Yogyakarta. Karena penulis mulai menjadi Mahasiswa pada FE-UGM pada tahun 1963. Maka, penulis mau mencium telapak kaki Emak dan Bapak sebagai bukti syukur kepada kedua orang tua pada bulan Juni tahun 1967.

Penulis memutuskan pulang ke Kampung Mersam, Jambi melalui jalan darat. Padahal, biasanya, pergi-pulang ke Jambi dengan menggunakan kapal laut. Yaitu dengan kendaraan kereta api dari Yogyakarta ke Jakarta. Kemudian terus sampai ke Kota Merak. Setelah itu menyeberang dengan kapal laut ke kota Pelabuhan Bakauheni. Seterusnya, dengan menaiki kereta api ke kota Palembang.

Ketika itu penulis melewati kota Bakauheni dengan kereta api. Penulis dapat melihat rongsokan kapal api di perbukitan. Waktu itu penulis bertanya, “Kok bagaimana ada kapal api terdampar di atas bukit?”

Penulis bertanya kepada penumpang yang bermukim di kota Bakauheni itu. Dan, dia menjawab bahwa pada tahun 1833, Gunung Krakatau itu meletus. Karena Gunung Krakatau itu berada di Pulau Krakatu adalah gunung berapi. Maka ketika meletus itu maka terjadilah tsunami yang ombaknya setinggi pohon kelapa di sepanjang pantai Lampung Selatan, dan juga di sepanjang pantai Barat Kota Cilegon dan sekitarnya di Pulau Jawa.

Menurut teman-teman penulis ahli gunung berapi yang bekerja pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahwa “Gunung Krakatau adalah satu-satunya gunung berapi yang masih tumbuh naik, setiap tahun naik rata-rata 7 meter. Dan, ketika Pulau Gunung Krakatau itu meletus maka Pulau Krakatau terbelah menjadi tiga pulau, dan masih tetap tumbuh lagi sepanjang tahun, 7 meter. Dan, apabila keadaan seperti ini terjadi  terus, menerus, maka pada tahun 4022 yaitu 2000 tahun lagi maka Gunung Krakatau itu menjadi Gunung yang paling tertinggi di dunia. Karena setiap tahun bertambah dengan 7 meter. Hal ini berarti Gunung Krakatau akan bertambah tinggi dengan 14.000 meter. Barangkali, Pulau Sumatera akan menyatu dengan Pulau Jawa. Hal seperti ini cuma terjadi di Indonesia saja.

Jadi penulis menamakan kekayaan alam Indonesia pada Gunung Krakatau ini sebagai “Wonderful Indonesia ke V”. Kita jual fenomena alam di Indonesia pada kasus Gunung Krakatau ini kepada para turis di seluruh dunia. Misalnya, menawarkan kepada warga dunia untuk menjadi anggota Pecinta Gunung Krakatau, Indonesia yaitu dengan membayar kontribusi atau sumbangan kepada Kabupaten Cilegon, dan Kabupaten Lampung Selatan, tempat di mana Gunung ini berada sebagai berikut:

1. Anggota Kelas Perunggu (Bronze), dia menyumbang sebesar 10 dolar Amerika Serikat per bulan.
2. Anggota Kelas Perak (Silver), dia menyumbang sebesar 30 dolar Amerika Serikat per bulan.
3. Anggota Kelas Emas (Gold), dia menyumbang sebesar 60 dolar Amerika Serikat per bulan.
4. Anggota Kelas Berlian (Diamond) dia menyumbang sebesar 100 dolar Amerika Serikat per bulan.
5. Anggota Kelas Platinum, dia menyumbang sebesar 200 dolar Amerika Serikat per bulan.

Penghasilan dari uang keanggotaan ini akan dinikmati bersama oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota, dan juga sampai kepada kelurahan. Dan, rakyatnya ikut menikmati berupa penghasilan dari keberadaan Gunung Krakatau ini.

Jakarta, November 2022

Editor: Norman Meoko

Sumber: opini

Tags

Terkini

Wonderful Indonesia VI, Pulau Kawa, Provinsi Papua Barat

Selasa, 29 November 2022 | 07:03 WIB

Anwar Ibrahim, The Lion of Malays

Senin, 28 November 2022 | 09:52 WIB

Wonderful Indonesia V, Gunung Krakatau?

Selasa, 22 November 2022 | 06:27 WIB

Mengapa AS Membuat KMP China Sebagai Monster?

Selasa, 8 November 2022 | 05:43 WIB

Lula Da Silva, Pelajaran Buat Anies Baswedan

Selasa, 1 November 2022 | 07:53 WIB

Wonderful Indonesia II, Lembah Sukabumi?

Selasa, 1 November 2022 | 06:24 WIB

Pemuda, Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 12:31 WIB

Prof. DR. Malcolm Gillis Berujar “Hai Marzuki?”

Selasa, 25 Oktober 2022 | 06:21 WIB

Hanya MU Saja Yang Bisa?

Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:06 WIB

Menguak Konspirasi dalam Perang Ukraina

Jumat, 14 Oktober 2022 | 05:11 WIB

Jokowi-Mega Mencari Lawan Tanding Anies

Senin, 10 Oktober 2022 | 19:21 WIB
X