• Sabtu, 3 Desember 2022

Prof. DR. Malcolm Gillis Berujar “Hai Marzuki?”

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 06:21 WIB
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)


Oleh: Marzuki Usman

Pada tahun 1981, penulis lagi diberi kepercayaan oleh Bapak Menteri Keuangan Republik Indonesia, Prof. DR. Ali Wardhana, untuk menjabat Direktur Lembaga Keuangan Bank, dan Bukan Bank (Direktur LKBB) pada Direktorat Jenderal Moneter, Departemen Keuangan RI. Sebagai Direktur LKBB pada Departemen Keuangan RI, penulis mempunyai Proyek Pengembangan Lembaga Keuangan Bank, dan Bukan Bank, yang bekerjasama dengan Lembaga, Harvard Institute International Development (H.I.I.D) yakni suatu Lembaga Riset dari Universitas Harvard, yang berdomisili di Kota Boston, Provinsi Massachusset, Amerika Serikat.

Dari pihak H.I.I.D ditugaskan Prof. DR. Malcolm Gillis untuk mengkoordinasi Tenaga-Tenaga Peneliti dari H.I.I.D untuk bekerjasama dengan pejabat-pejabat dari pihak Indonesia yakni : Direktorat LKBB, Departemen Keuangan RI, Fakultas Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Jakarta, dan juga beberapa teman-teman dari Bappenas, Departemen Perdagangan, dan Bank Indonesia.

Pada waktu itu, penulis mengajak Prof. DR. Malcolm Gillis untuk melihat dan mendalami “Pengetahuan tentang Kegiatan Ekonomi dan Moneter di desa-desa Indonesia”. Untuk itulah penulis ajak Prof. DR. Malcolm Gillis untuk melihat kegiatan-kegiatan itu di desa di luar Jawa yakni di Dusun Mersam, dusun tempat penulis dilahirkan, dan sampai penulis tamat dari kelas VI Sekolah Rakyat/Dasar. Penulis menikmati kekayaan Alam Indonesia yang masih asli, utuh dan kaya.

Pada waktu itu, Beliau terkesan dengan keadaan di Dusun Mersam itu, dan bertanya kepada penulis sebagai berikut seperti terbaca pada judul tulisan ini! Penulis berujar sebagai berikut “Menurut Emak, yakni Ibu penulis, “Di mana ada kemauan, dan atau cita-cita maka di situ akan ditemukan jalan, atau cara untuk manggapai cita-cita itu. Dan sekaligus bisa menikmati hasil dari pada cita-cita itu!”

Dan, Beliau menjawab “Wah, engkau beruntung ya Marzuki, memiliki Ibu yang sangat bijaksana. Silahkan engkau amalkan nasehat ibumu, Insya Allah “Engkau akan dapat meniti karirmu yang sangat cemerlang!”

Selanjutnya, ketika penulis mengamalkan nasehat temanku, Prof. DR. Malcolm Gillis maka penulis memiliki hubungan keilmuan yang baik dengan teman-teman Profesor pada Duke University, di Kota Durham, North Carolina, Harvard University, dan Massachusset Institute of Technology (M.I.T). Dengan demikian, penulis memperoleh ilmu pengetahuan, dan pengalaman dari teman-teman para Profesor itu.

Dari Beliau-Beliau itu, lalu penulis dapat mengikuti kemajuan-kemajuan dari pelbagai disiplin Ilmu. Alhamdulillah, atas karunia Allah SWT, penulis memperoleh banyak pengetahuan, pengalaman, dan pelbagai “Studi-Studi Banding” dari pelbagai negara.

Maka, benarlah kata nasehat para cerdik pandai, “Banyak teman maka akan banyak pengetahuan. Miskin teman maka semakin dungulah engkau!"

Jakarta, Medio Oktober 2022.

Editor: Norman Meoko

Sumber: opini

Tags

Terkini

Wonderful Indonesia VI, Pulau Kawa, Provinsi Papua Barat

Selasa, 29 November 2022 | 07:03 WIB

Anwar Ibrahim, The Lion of Malays

Senin, 28 November 2022 | 09:52 WIB

Wonderful Indonesia V, Gunung Krakatau?

Selasa, 22 November 2022 | 06:27 WIB

Mengapa AS Membuat KMP China Sebagai Monster?

Selasa, 8 November 2022 | 05:43 WIB

Lula Da Silva, Pelajaran Buat Anies Baswedan

Selasa, 1 November 2022 | 07:53 WIB

Wonderful Indonesia II, Lembah Sukabumi?

Selasa, 1 November 2022 | 06:24 WIB

Pemuda, Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 12:31 WIB

Prof. DR. Malcolm Gillis Berujar “Hai Marzuki?”

Selasa, 25 Oktober 2022 | 06:21 WIB

Hanya MU Saja Yang Bisa?

Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:06 WIB

Menguak Konspirasi dalam Perang Ukraina

Jumat, 14 Oktober 2022 | 05:11 WIB

Jokowi-Mega Mencari Lawan Tanding Anies

Senin, 10 Oktober 2022 | 19:21 WIB
X