• Senin, 5 Desember 2022

Prospek Xi Jinping dalam Kongres Partai ke-20 Mendatang

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:06 WIB
Presiden China Xi Jinping.(Dok/Xinhua/Ju Peng)
Presiden China Xi Jinping.(Dok/Xinhua/Ju Peng)


Oleh: Sjarifuddin Hamid

SINAR HARAPAN - Presiden Xi Jinping menyatakan Kongres Nasional Partai Komunis China ke-20 sangat penting untuk menentukan arah bagi masa depan China. Suatu negara sosialis yang demokratis. Kuat. Berbudaya. Makmur. Harmonis. Beautiful.

Xi mengutarakan hal tersebut pada seminar yang melibatkan para menteri dan pejabat provinsi di Beijing, 27 Juli 2022. Pernyataan yang bisa menjadi patokan tentang subjek yang akan dibicarakan pada Kongres Partai Komunis China yang dimulai 16 Oktober 2022.

Kongres berlangsung yang setiap lima tahun sekali itu diikuti semua pejabat pemerintah pusat dan daerah. Pejabat teras partai komunis dari seluruh negeri.

Partai Komunis China (PKC) memiliki lebih dari 90 juta anggota. Dari jumlah, sebanyak itu 2.354 peserta berasal dari 31 provinsi dan akan mengikuti kongres kali ini.

Ditinjau dari strukturnya PKC terdiri dari Komite Sentral, sebuah organ politik yang terdiri dari para pemimpin utama partai. Jumlah anggotanya terdiri dari 205 anggota penuh dan 171 anggota pengganti.

Dari 205 orang itu, sejumlah 25 di antaranya merupakan anggota Politbiro Partai. Dari ke-25 anggota itu akan dipilih lagi tujuh orang anggota Standing Comitte Party (PSC) atau Komite Pengarah Partai. PSC ini sangat berkuasa dan berpengaruh.

Komite Tetap Sangat Berperan

Keputusan mutlak kongres berada di tangan ke tujuh anggota komite tetap yang sekarang ini terdiri dari Xi Jinping, Li Keqiang, Li Zhanshu, Wang Yang, Wang Huning, Zhao Leji, Han Zheng.

Di antara ke tujuh anggota, hanya Li Zhanzu yang telah mencapai usia pensiun (68 tahun). Ada kemungkinan dia akan diganti pada kongres ke-20 ini.

Xi Jinping selain anggota komite pengarah juga menjabat Presiden, Sekjen Partai dan Ketua Komite Militer Pusat. Tiga posisi penting yang membuatnya mempunyai kekuasaan mutlak sejak Kongres Partai tahun 2012.  

Kongres partai pada tahun ini menarik perhatian karena Xi berusia 69 tahun. Padahal, biasanya mereka yang berusia 68 tahun sudah harus memasuki masa pensiun. Apakah Xi akan mengundurkan dari dari ketiga posisi itu? Apakah Xi hanya akan menyerahkan posisi Sekjen dan Ketua Komite Militer Pusat?

Apakah hanya jabatan presiden yang akan dipertahankannya. Mengingat pembatasan masa jabatan presiden sudah dihapus dalam Kongres pada tahun 2018?

Penghapusan itu membuat Xi memperoleh peluang menjadi presiden seumur hidup. Persis seperti Mao Zedong. Bukan seperti Jiang Zemin (1993-2003)  atau Hu Jintao (2003-2013).

Persaingan

Kongres partai mendatang disebut tidak akan sepi dari persaingan. Kelompok Shanghai yang dibesarkan Jiang Zemin akan bersaing dengan Liga Pemuda Komunis di mana Hu Jintao berasal.

Xi Jinping berasal dari kelompok Shanghai tetapi dia juga telah membangun kelompoknya sendiri yang berasal dari berbagai provinsi. Liang Yanshun. Sun Shaocheng. Ni Yuefeng. Cai Qi. Li Xi. Chen Min’er. Li Qiang dikategorikan sebagai anggota kelompoknya.  Juga Wang Xiaohong yang sekarang menjabat menteri keamanan.

Sebagaimana banyak pemimpin di berbagai negara, pemerintahan Xi Jinping juga terdampak wabah Covid-19. Dia disebut terlampau ketat menerapkan peraturan sehingga berbagai indikator ekonomi seperti investasi karut-marut. Produksi sektor industri termasuk penjualan eceran melemah. Utang di sektor properti menumpuk. Konsumen properti di sejumlah kota mengeluh karena belum mendapat apartemen. Pengangguran di kalangan anak muda telah mencapai 20%.

Problem yang dihadapi sebenarnya serupa dengan yang ditemui para pemimpin negara lain akibat wabah Covid-20 yang terjadi dua tahun terakhir ini. Bank Dunia menyatakan, wabah telah menggoncangkan perekonomian dunia dan membangkitkan krisis ekonomi global terbesar dalam seratus tahun terakhir. Krisis secara dramatis menyebabkan kenaikan ketidaksetaraan di dalam negara yang bersangkutan dan antar negara.

Data itu sekaligus menunjukkan kondisi ekonomi China pasca wabah serupa yang dialami negara lain. Sementara  dampak perang di Ukraina dalam jangka pendek mempengaruhi perbankan. Operasionalisasi perusahaan dan lembaga keuangan. Perdagangan dan transaksi energi China dengan Rusia.

Namun Bank Dunia juga menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) China pada 2022 tetap berada diurutan kedua dengan US$14,72 Triliun. Amerika Serikat di posisi pertama dengan US$20,89 Triliun. Jepang di urutan ketiga US$5,06 Triliun. Adapun Indonesia di posisi ke 15 dengan US$1,05 Triliun.

Sekalipun menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah. Para anggota gang Jiang Zemin seperti Li Hongzhong (dari Provinsi Tianjin), Wang Weizhong (Guandong) dan Yuan Jiajun (Zhe Jiang) menyatakan penghargaan terhadap kepemimpinan Xi Jinping.

Belt and Road Initiaves

Kepemimpinan Xi telah berhasil merealisasikan program Belt and Road Initiatives (BRI). Menurut Green Finance and Development Centre, sejumlah 146 negara turut serta dalam program itu di samping 32 organisasi internasional.

Negara-negara Barat menyebut program BRI merupakan bagian dari kebijaksanaan China yang assertive atau tegas. Malah diartikan sombong apabila kebijaksanaan Xi di Laut China Selatan turut diperhitungkan.  

Tampaknya Xi tidak akan mengalami kesulitan dalam Kongres Nasional PKC ke-20 ini. Salah seorang penantangnya, Tuanpai dari kelompok Hu Jintao dan Li Keqiang telah meredup.

Meskipun demikian kalangan domestik maupun internasional akan menanti kebijaksaan ekonomi Xi setelah pertumbuhan ekonomi China mencapai 2,2% di paruh pertama tahun ini. Apakah dia bisa mengendalikan ketidakpuasan?

Sejarah pasca Deng Xiaoping juga mengajarkan apabila terjadi pergantian kepemimpinan maka dampaknya tidak drastis seperti Revolusi Kebudayaan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: opini

Tags

Terkini

Wonderful Indonesia VI, Pulau Kawa, Provinsi Papua Barat

Selasa, 29 November 2022 | 07:03 WIB

Anwar Ibrahim, The Lion of Malays

Senin, 28 November 2022 | 09:52 WIB

Wonderful Indonesia V, Gunung Krakatau?

Selasa, 22 November 2022 | 06:27 WIB

Mengapa AS Membuat KMP China Sebagai Monster?

Selasa, 8 November 2022 | 05:43 WIB

Lula Da Silva, Pelajaran Buat Anies Baswedan

Selasa, 1 November 2022 | 07:53 WIB

Wonderful Indonesia II, Lembah Sukabumi?

Selasa, 1 November 2022 | 06:24 WIB

Pemuda, Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 12:31 WIB

Prof. DR. Malcolm Gillis Berujar “Hai Marzuki?”

Selasa, 25 Oktober 2022 | 06:21 WIB

Hanya MU Saja Yang Bisa?

Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:06 WIB

Menguak Konspirasi dalam Perang Ukraina

Jumat, 14 Oktober 2022 | 05:11 WIB
X