• Rabu, 28 September 2022

Terima Kasih, Ya Bapak Prof. DR. Widjojo Nitisastro, Dan Bapak Prof. DR. Ali Wardhana

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 06:05 WIB
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)

Oleh: Marzuki Usman

Pada tahun 1977, Ekonomi Indonesia sudah keluar dari Angka Inflasi yang pernah mencapai 650% per tahun, pada tahun 1969. Dan, kemudian dengan dicanangkannya Kebijakan Rehabilitasi dan Stabilisasi Ekonomi Indonesia, yang dimotori oleh Tokoh-Tokoh Para Ekonom Indonesia, yakni antara lain,1. Bapak Prof. DR. Widjojo Nitisastro, Lulusan Doktor Ekonomi dari University California, Berkeley, 2. Prof. DR. Ali Wardhana juga lulusan University California, Berkeley, 3. Prof. DR. Muhammad Sadeli, juga lulusan University California, Berkeley.

Karena pada waktu itu, kegiatan-kegiatan ekonomi sudah membaik kembali, dan hukum ekonomi pasar telah berlaku kembali di bumi Indonesia. Maka, dilancarkanlah Kebijaksanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia, setiap Lima Tahun, yang terkenal dengan nama Kebijakan Perencanaan Pembangunan Lima Tahun I (Repelita I).

Hasil dari pelaksanaan Kebijakan Repelita I, dan Repelita II, maka Perekonomian Indonesia sudahlah seperti perekonomian negara-negara yang sudah maju. Di antaranya, Pertumbuhan Ekonomi sudah semakin membaik, seperti, Pendapatan Nasional Indonesia sudah tumbuh semakin menaik, setiap tahunnya. Demikian juga, dengan angka Ekspor juga semakin menaik. Dan, Tingkat Inflasi semakin bisa dikendalikan.

Maka, pada tahun 1977, Prof. DR. Widjojo Nitisastro, yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan bersama Prof. DR. Ali Wardhana, yang pada waktu itu menjabat  sebagai Menteri Keuangan RI. Beliau berdua menghadap Bapak Presiden RI, dan menyampaikan supaya Indonesia juga harus memiliki Pasar Modal Indonesia.

Kedua Beliau itu meyakinkan Bapak Presiden RI, bahwa dengan adanya Pasar Modal, ini berarti bahwa Indonesia sudah seperti negara yang sudah maju di dunia. Di samping itu, kedua Beliau berujar bahwa “Dengan adanya Pasar Modal, itu juga berarti akan terjadi Pemerataan Pendapatan Rakyat Indonesia. Karena, rakyat kecil bisa juga menikmati adanya Pasar Modal, karena nanti akan dibentuk satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT. Dana Reksa (Persero). Kemudian, PT ini akan menerbitkan “Surat Berharga, yang dikaitkan dengan penghasilan jual beli saham di Pasar Modal, yang disebut dengan Surat Reksa Dana. Dengan demikian rakyat kecil bisa memperoleh penghasilan dari berinvestasi kepada jual – beli Surat Reksa Dana.

Keadaan itulah, merupakan Cikal Bakal Pasar Modal di Indonesia. Lalu, di dirikanlah Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM), yang berada di bawah Pembinaan dan Pengawasan Menteri Keuangan RI.

Pada tahun 1993, Pasar Modal Indonesia, diserahkan pelaksanaannya kepada PT Bursa Efek Indonesia (PT. BEI), yang dimiliki oleh para Pialang Pasar Modal.

Sekarang ini, Pasar Modal Indonesia yang dijalankan oleh PT BEI, berada di dalam Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan, berita terakhir, Bursa Efek Indonesia sudah sangat banyak dilirik oleh Para Investor sedunia, dan para perusahaan emiten yang menjual sahamnya pada Pasar Modal Indonesia, semakin bertambah banyak.

Kita, sewajarnyalah berterima kasih kepada kedua Ekonom Senior kita itu, yaitu Prof. DR. Widjojo Nitisastro, dan Prof. DR. Ali Wardhana. Semoga kontribusi Bapak-Bapak tersebut di atas akan dicatat oleh Malaikat sebagai ‘Amal Jariah’. Amin, ya Allah.

Jakarta, menyambut Tahun Baru Hijriah.

Editor: Norman Meoko

Sumber: opini

Tags

Terkini

Barang Substitusi (Pengganti)?

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Orang Lain Makan Nangka, Awak Kena Getahnya?

Selasa, 20 September 2022 | 05:35 WIB

Wonderful Indonesia I, Parang Tritis?

Selasa, 13 September 2022 | 06:57 WIB

Bjorka dan Gerakan Rakyat

Senin, 12 September 2022 | 13:06 WIB

Misteri di Balik Peningkatan Anggaran Militer ASEAN

Jumat, 9 September 2022 | 15:14 WIB

Ilmu Matematika ≠ Ilmu Sosial

Selasa, 6 September 2022 | 06:06 WIB

Rezim Baru dan BBM Rp Lima Ribu

Senin, 5 September 2022 | 12:57 WIB

Catatan Ekonomi: Social Bond dan Blended Finance

Selasa, 30 Agustus 2022 | 21:01 WIB

Pajak Kuburan?

Selasa, 30 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Lempar Batu, Sembunyi Tangan?

Selasa, 23 Agustus 2022 | 05:52 WIB

Rektor Koruptor dan Kegagalan Revolusi Mental

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:47 WIB

Kenaikan Harga BBM, Maju dan Mundur Kena

Minggu, 21 Agustus 2022 | 10:44 WIB

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB
X