• Jumat, 30 September 2022

Kapolri Harus Jelaskan Posisi 11 Perwira Yang Diperiksa Khusus

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:28 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Jawa Pos)

SINAR HARAPAN--Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai 11 perwira yang kini diamankan di tempat khusus untuk pemeriksaan,  menimbullkan berbagai spekulasi. Siapa saja mereka, apa perannya dalam kasus pembunuhan Brigadir Josua (J) Hutabarat dan apa sanksi yang dijatuhkan kepada mereka.

Masalah ini tidak bisa diremehkan karena mereka perwira yang berpangkat tinggi dan kewenangannya pun tinggi. Keterlibatannya dengan tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo menimbulkan dugaan bahwa mereka ikut bersekongkol melakukan kejahatan.

Fakta ini mengkhawatirkan mengingat banyaknya perwira yang diperiksa. Kapolri sendiri menyebut jumlahnya terus bertambah, kabarnya sudah mencapai 51 orang. Begitu mudahkah puluhan perwira polisi bersekongkol mengamankan kejahatan dan menghalangi penyelidikan.

Selain Irjen Pol Ferdy Sambo, terdapat dua perwira bintang satu (Brigjen), dua Komisaris Besar (Kombes), tiga dengan kepangkatan AKBP, dua berpangkat Komisaris Polisi (Kompol), dan satu personel AKP.

Tiga perwira tinggi dengan pangkat bintang kini ditempatkan di sel isolasi di Mako Brimob. Selebihnya, ditempatkan di isolasi khusus di provos. “Dan dalam pengusutan ini, akan terus bertambah sepanjang pemeriksaan-pemeriksaan oleh Irsus (Inspektorat Khusus) yang masih terus berproses hari ini,” ujar Kapolri, Rabu

Timbul pertanyaan, sebanyak itu perwira polisi terlibat langsung atau tidak langsung dalam perkara pembunuhan seorang berpangkat Brigadir? Mungkinkan ada perkara lain yang jauh lebih besar sehingga melibatkan banyak perira polisi? Apakah ini bentuk solidaritas untuk saling membantu, meski menghadapi perkara pembunuhan.

Berbagai pertanyaan publik tersebut mesti segera dijawab pimpinan Polri secara transparan dan gamblang. 

Bisa dipahami bila Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo menetapkan para tersangka dengan Pasal 221 KUHP tentang obstruction of justice.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Terkini

Barang Substitusi (Pengganti)?

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Orang Lain Makan Nangka, Awak Kena Getahnya?

Selasa, 20 September 2022 | 05:35 WIB

Wonderful Indonesia I, Parang Tritis?

Selasa, 13 September 2022 | 06:57 WIB

Bjorka dan Gerakan Rakyat

Senin, 12 September 2022 | 13:06 WIB

Misteri di Balik Peningkatan Anggaran Militer ASEAN

Jumat, 9 September 2022 | 15:14 WIB

Ilmu Matematika ≠ Ilmu Sosial

Selasa, 6 September 2022 | 06:06 WIB

Rezim Baru dan BBM Rp Lima Ribu

Senin, 5 September 2022 | 12:57 WIB

Catatan Ekonomi: Social Bond dan Blended Finance

Selasa, 30 Agustus 2022 | 21:01 WIB

Pajak Kuburan?

Selasa, 30 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Lempar Batu, Sembunyi Tangan?

Selasa, 23 Agustus 2022 | 05:52 WIB

Rektor Koruptor dan Kegagalan Revolusi Mental

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:47 WIB

Kenaikan Harga BBM, Maju dan Mundur Kena

Minggu, 21 Agustus 2022 | 10:44 WIB

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB
X