Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

- Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)

 

Oleh: Marzuki Usman

Pada suatu waktu, kami anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 1950-an, kalau lagi berkumpul-kumpul bermain “Teka-Teki. Siapa bisa tahu?” Pada waktu itu, kita lagi berlomba-lomba Pengetahuan-nya! Dengan menjawab pertanyaan dari teman yang lain. Apabila tidak ada yang bisa menjawabnya, dan menyerah kepada si penanya, dan ia memberi tahu jawabannya. Maka, dia berhak untuk didukung oleh teman-temannya mengelilingi  Lapangan Bulu Tangkis, yang berada di Desa Mersam itu. Teman-teman yang kalah, akan bergiliran mendukung teman yang menang itu.

Maka, penulis mengajukan pertanyaan kepada 10 orang teman-teman penulis itu, dengan pertanyaan sebagai berikut, “Dimana ada air, tetapi disitu tidak ada ikan?” Di Desa Mersam itu, disetiap ada air, misalnya di selokan, di sungai, di lobang tempat air tergenang, dan di sawah, yang lagi ada airnya, pastilah ada ikan disitu.

Demikian juga ketika hujan lebat di Desa Mersam itu, dimana air tergenang, bahkan di pekarangan rumah, pasti ada ikannya, namanya ikan Kepuyuh. Ikan sejenis ini bisa merayap di lapangan rumput yang lagi berair, karena hujan lebat. Maka, kami menyaksikan ikan Kepuyuh merayap-rayap di lapangan rumput yang lagi berair itu. Kita menangkapnya cukup pakai tangan  kita saja. Pastilah kita akan membawa pulang ke rumah ikan Kepuyuh itu. Dan, pastilah Emak kita, mukanya berceria, melihat anaknya membawa ikan segar.

Teman-teman penulis, berujar, “Kami menyerah, dan tunjukanlah kepada kami, dimana ada air disitu tidak ada ikan? Kalau Juki, (begitu mereka menyapa penulis) bisa menjawabnya, maka kami masing-masing akan memberi duit satu rupiah, iyo!” Lalu penulis bertanya lagi, “Apa betul masing-masing kalian akan memberi Juki satu rupiah? “Iyo, Jawab mereka serentak”. “Tidak menyesal nanti?” Ujar penulis lagi. “Kami akan penuhi janji kami, Juki,“ Jawab mereka serentak.

“Okey lah iyo”, ujar penulis, “Jawabnya air buah kelapa” “Oh cuma begitu?” Tanya mereka serentak. “Juki beruntung iyo” dan kami, “Buntunglah” keluh mereka serentak.

Permainan anak-anak Kampung dengan Teka-Teki itu, sekarang tinggal kenangan saja lagi. Anak-anak kampung sekarang sudah asyik dengan Hp-nya masing-masing? Anak-anak zaman dahulu pada era tahun: 1950-an, 1960-an, 1970-an, dan 1980-an, dan 1990-an masih menikmati permainan “Di mana ada air Disitu Tidak ada ikan?”

Alangkah bahagianya mereka pada waktu itu! Alhamdulillah.***   

Jakarta, Medio Juni 2022

Editor: Norman Meoko

Sumber: opini

Tags

Terkini

Sutra Manih?

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:28 WIB

Industri Militer Dalang Kekacauan di Muka Bumi

Sabtu, 21 Januari 2023 | 10:06 WIB

Kacang Lupa Di Kulit?

Selasa, 17 Januari 2023 | 07:04 WIB

Survei dan Atau Maunya Partai Politik

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:13 WIB

Nasi Kandar = Nasi Goreng?

Selasa, 10 Januari 2023 | 06:11 WIB

Limau Bali?

Selasa, 3 Januari 2023 | 05:53 WIB

Catatan Akhir Tahun (Seri 4): Pemberantasan Korupsi

Rabu, 28 Desember 2022 | 17:08 WIB

Sbatical Leadership? (Pemimpin Pensiunan)?

Selasa, 27 Desember 2022 | 06:54 WIB

Catatan Akhir Tahun (Seri 3): Kepemimpinan Ideal

Minggu, 25 Desember 2022 | 14:36 WIB

Selamat Merayakan Natal

Sabtu, 24 Desember 2022 | 11:22 WIB

MBS Memainkan Kartu China Menghadapi Amerika Serikat

Senin, 12 Desember 2022 | 05:30 WIB
X