• Minggu, 14 Agustus 2022

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

- Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman.(Dok/sinarharapan.co)

Oleh: Marzuki Usman

Pada suatu hari Bapak Guru kelas 5 (lima), tempat kelas penulis di Sekolah Rakyat (SR) dahulu, sekarang Sekolah Dasar (SD) belajar pelbagai macam ilmu termasuk Ilmu Bumi, yang di ajar oleh Bapak Guru Anas Halim. Beliau ini adalah lulusan Sekolah Guru Bantu (SGB) dari kota Batu Sangkar, Provinsi Sumatera Tengah. Beliau berujar, bahwa di dekat Kota Bukit Tinggi, Ibu Kota Provinsi Sumatera Tengah, tempat beradanya Gunung Merapi yang tingginya lebih dari 2000 meter. Beliau bercerita bahwa Gunung Merapi itu, tampaknya anggun sekali, dan banyak orang ingin mendaki gunung itu. Dan, menurut Beliau bahwa dari desa Sungai Tarab tempat beliau lahir dan dibesarkan, dapat terlihat dari jauh Gunung Merapi itu.

Pada suatu hari sebelum kami bubar kelas karena sudah lewat jam 12.00, maka beliau bercerita mengenai Pepatah Melayu, “Tak-kan lari gunung di kejar!”, lalu Beliau meneruskan.

“Begitulah nanti dalam anak-anakku menempuh penghidupan. Sudah barang tentu tidaklah selalu mulus. Kehidupan itu akan tentu menghadapi dengan segala macam tantangan. Dan, kalian tidak boleh cepat menyerah. Dan, kalian masing-masing haruslah berani bercita-cita, misalnya menjadi Gubernur Provinsi Sumatera Tengah. Boleh-boleh saja, dan tancapkanlah cita-cita itu. Dan bekerjalah dengan keras dan cerdik. Kata pepatah, “Tak-kan Lari Gunung di Kejar!”. Artinya engkau berlari, atau berjalan kaki saja, pastilah akan sampai ke Puncak Gunung.! Dan, begitulah dengan kehidupan. Kalau engkau sabar dan tetap bekerja keras, Insya Allah kalian akan mengapai cita-cita kehidupan itu!”.

Alhamdulillah, nasehat Bapak Guru itu selalu terngiang-ngiang di telinga penulis. Dan dengan dibantu Do’a Emak penulis, maka, cita-cita itu dapat diraih. Yakni melalui sekolah yang berkelanjutan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Dan, mendapat rejeki pula bersekolah di Perguruan Tinggi di luar Negeri. Kemudian, dalam bekerja, alhamdulillah mendapat atasan yang rajin mendidik penulis, serta memberi banyak kesempatan. Sehingga, alhamdulillah sebagian dari perjalanan ke gunung kehidupan itu, sudah tergerus di dalam kehidupan penulis.

Semoga tulisan singkat ini akan terbaca oleh para kawula muda Indonesia. Dan, semoga Allah meridhoi mereka. Amin.***

Jakarta, Medio Juni 2022 Hari Lahirnya Panca Sila

Editor: Norman Meoko

Sumber: opini

Tags

Terkini

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X