• Minggu, 14 Agustus 2022

Diplomasi Jokowi, Langkah Berani dan Menjadi Catatan Sejarah

Banjar Chaeruddin
- Jumat, 1 Juli 2022 | 10:16 WIB
Presiden Jokowi  dan Presiden Putin (dok)
Presiden Jokowi dan Presiden Putin (dok)

SINARHARAPAN--Misi perdamaian dan kemanusiaan yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke Ukraina  dan Rusia menuai banyak pujian. Bukan hanya kalangan dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Semua pihak mengharapkan misi Jokowi tersebut berkontribusi terhadap peredaan ketegangan dan terciptanya perdamaian kedua pihak.

Apapun nanti hasil yang bisa dicapai dalam misi ini, langkah tersebut menunjukkan Jokowi telah menegaskan kembali politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Sesuai amanat konstitusi, Indonesia mengemban misi politik luar negeri untuk mengupayakan perdamaian dunia.

Langkah Jokowi menunjukkan Indonesia tidak terikat pada satu blok kepentingan tertentu, melainkan secara bebas dan aktif mengembangkan kerjasama internasional. Ia menjadi satu-satunya pemimpin yang berusaha menerobos kemacetan dengan menjembatani komunikasi kedua pihak yang berseteru.

Ini juga langkah sangat berani ditengah ketegangan dan peperangan yang masih sengit. Jokowi secara terbuka mengatakan kepada Presiden Ukraina Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa perang harus segera dihentikan. Banyak kepentingan yang terganggu, bukan hanya kedua negara, melainkan dunia.

Perang telah menimbulkan kesengsaraan tiada tara, khususnya bagi rakyat Ukraina. Kota-kota hancur, ribuan tentara serta warga sipil menjadi korban. Perang ini juga mengancam kepentingan global karena terganggunya pasokan bahan pangan, energi dan berbagai komoditas lainnya.

Indonesia yang tahun ini memegang presidensi kelompok G-20 sangat berkepentingan agar perang segera berakhir mengingat KTT akan segera digelar di Bali pada November nanti. Rusia adalah salah satu anggota G-20. Perang ini menjadi ganjalan tersendiri mengingat negara-negara Barat sangat menentang kehadiran Rusia di KTT, namun sebagai tuanrumah Indonesia harus mengundangnya.

Ukraina bukan anggota G-20 namun pemerintahan Jokowi bermaksud mengundangnya. Sempat diharapkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Zelenskiy akan menghadiri KTT di Bali dan keduanya bisa dipertemukan secara khusus dalam sebuah misi perdamaian.

Banyak pihak memuji langkah Jokowi. Bukan hanya dari dalam negeri melainkan juga pihak asing. Ia menjadi pemimpin Asia pertama yang bertolak ke Ukraina dan Rusia sejak perang dimulai pada Februari.

Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak seluruh pihak di Tanah Air untuk mendukung misi perdamaian yang dibawa oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Ukraina dan Rusia. "Semua pihak di dalam negeri perlu mendukung sebagai aktualisasi mewujudkan perdamaian dunia yang menjadi amanat konstitusi Indonesia. Semoga memperoleh jalan solusi dan membuka langkah damai menghentikan perang oleh kedua negara," katanya. 

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon memuji upaya Presiden Jokowi dengan harapan memengaruhi sikap kedua negara yang berperang. "Mudah-mudahan ini berdampak pada perubahan sikap kedua negara tersebut," ujar Effendi Simbolon dalam diskusi di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Kamis.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X