• Jumat, 19 Agustus 2022

Alah Bisa Karena Biasa?

- Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)

Oleh : Marzuki Usman

Ketika penulis masih duduk di bangku Sekolah Rakyat (SR) -sekarang namanya Sekolah Dasar (SD)- guru penulis di kelas 3 berasal dari Padang-Pariaman, yang bernama Bagindo Arbi Britek. Gelar Bagindo itu adalah adat istiadat Suku Pariaman untuk memuliakan keturunan Bangsawan.

Beliau adalah guru yang mengajarkan penulis menghafal perkalian. Dimulai dengan menghafal: Satu, Dua, Tiga, Empat dan Lima.

Beliau mengatakan, “kalian harus baca kali-kalian itu bolak balik, yakni terus menerus membacanya. Samalah seperti kalian berjalan pada semak-semak yang banyak tanaman sekejut (Putri Malu), yang apabila kalian menginjak tumbuhan ini terasa sakit telapak kakinya. Tetapi apabila sudah sering menginjak tumbuhan ini maka anda sudah biasa, dan tidak merasa terkejut sakit lagi!. Kata pepatah melayu, “Alah (Kebal) Bisa Karena Biasa”.

Lalu penulis mengamalkan ajaran Pak Guru ini, dan hasilnya, penulis malah bisa membuat perkalian sendiri sampai sepuluh (10).

Penulis mendapat berkah Ilahi, bahwa perkalian itu adalah sebagai berikut. Misalnya pada perkalian 2, yaitu 1 kali 2, artinya angka duanya sekali, maka hasilnya adalah 2. Dan 2x2, artinya angka duanya dua kali, hasilnya adalah 4, dan kemudian 3x2, artinya angka duanya, tiga kali, maka hasilnya enam dan begitu seterusnya sampai 10x2, maka hasilnya 20. Dengan demikian itu penulis lalu bisa membuat perkalian satu sampai 10.

Demikian pula dengan Emak Penulis, yang selalu saja mengajak penulis pergi ke sawah untuk belajar menanam padi, menunggu burung, menuai padi serta menjunjung padi dari sawah sampai Lumbung Padi di dekat rumah.

Emak penulis sering sekali membaca Pepatah Melayu itu. “Alah Bisa Karena Biasa”, Beliau mengatakan, “Jika nasibmu belum beruntung dalam memperoleh pekerjaan, maka engkau masih bisa hidup dengan ke sawah karena engkau sudah terbiasa bersawah. Dan akibatnya engkau akan selalu pandai mensyukuri Karunia Allah SWT."

Nasihat Emak itu penulis terapkan ke setiap pekerjaan apa saja yang diberikan kepada penulis. Dan, Alhamdulillah, para atasan atau bos penulis lalu memberikan amanat pekerjaan yang lebih baik lagi.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: opini

Tags

Terkini

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X