• Minggu, 14 Agustus 2022

Satgas BLBI Masih Harus Kerja Keras Tagih Hutang Obligor

- Rabu, 22 Juni 2022 | 22:46 WIB

Ilustrasi (Foto: Bisnis.com)

SINARHARAPAN--Pelunasan hutang Dana Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) oleh pemilik Bank Dewa Rutji (BDR) memperoleh perhatian media massa di Jakarta, terlihat dari publikasinya yang cukup luas. Peristiwa ini memang patut dikabarkan kepada publik karena memperlihatkan kemajuan kinerja Satuan Tugas (Satgas) BLBI dalam upaya mengembalikan uang negara.

BDR awalnya memiliki hutang BLBI sebanyak Rp 470,5 miliar. Pada 21 November tahun lalu pemilik BDR sudah menyetor cicilan pelunasan sebanyak Rp 150 miliar termasuk biaya administrasi 10%. Kemudian pada Juni 2022 obligor ini melunasi seluruh utangnya dengan menyetor ke kas negara sebanyak Rp 367,7 miliar lebih.

"Satgas BLBI telah menerima pembayaran untuk penyelesaian kewajiban pemegang saham BLBI atas obligor pemegang saham eks PT Bank Dewa Rutji, Sjamsul Nursalim, sebesar Rp 367.723.869.934,70," kata Ketua Satgas BLBI, Rionald Silaban dalam siaran pers, Kamis (16/6). "Baru dia yang penuh, yang lainnya masih cicil," kata Silaban menegaskan.

Baca Juga: Satgas BLBI Tegaskan, Utang BLBI Sjamsul Nursalim Lunas

Dibentuk melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021, Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) cukup banyak pencapaiannya. Ribuan hektar tanah milik obligor BLBI sudah disita, namun sejauh ini hanya pemilik BDR yang membayar hutangnya secara tunai.

Padahal ada sekitar 30 pemilik bank yang masuk dalam target dan sasaran Satgas. Dalam satu tahun terakhir, Satgas telah menyita sejumlah asset berupa tanah dan bangunan milik beberapa obligor BLBI, yang dijadikan sebagai jaminan atas perjanjian Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS).

Beberapa asset yang sudah disita Satgas, antara lain, tanah milik Trijono Gondokusumo yang menanggung hutan BLBI PT Bank Putra Surya Perkasa senilai Rp 5,38 triliun. Kemudian asset terkait Kaharudi Ongko, pemilik Bank Umum Nasional (BUN) dan Bank Arya Panduarta. Hutang BLBI kedua bank tersebut tercatat Rp 7,727 triliun lebih dan Rp 359 miliar lebih.

Telah disita juga asset milik Agus Anwar di Bogor. Agus belum melunasi kewajiban Bank Pelita Istimarat sebanyak Rp 635,44 miliar. Kemudian asset berupa tanah milik Santoso Sumali untuk penyelesaian hutang Bank Metropolitan Raya dan Bank Bahari senilai Rp 524,56 miliar. Satgas juga menyita asset yang merupakan jaminan hutang Bank Lautan Berlian milik Ulung Bursa.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X