• Jumat, 19 Agustus 2022

Merpati Pailit, Waspadai BUMN yang Kesulitan Keuangan

- Selasa, 7 Juni 2022 | 20:51 WIB

 

Ilustrasi (sumber foto: mediaindonesia.com)

SINARHARAPAN--Akhirnya, PT Merpati Nusantara Airlines, dinyatakan pailit. Seluruh asetnya akan dijual untuk menutup utang dan membayar pesangon karyawan. Ini contoh buruk yang menyedihkan tentang pengelolaan BUMN yang tidak kredibel dan akuntabel.

Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan PT Merpati Nusantara Airlines (Pesero) pailit. Hal itu diumumkan berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya atas permohonan pembatalan perdamaian terhadapPerusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA. 

 PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dinilai lalai memenuhi isi perjanjian perdamaian (homologasi) yang telah disahkan oleh putusan pengesahan perdamaian nomor:04/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Sby, tanggal 14 November 2018. Sehingga perseroan dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya.

Merpati Airlines tercatat memiliki kewajiban sebesar Rp10,9 triliun dengan ekuitas negatif Rp1,9 triliun per laporan audit 2020.

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA), Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, dengan dibatalkannya perjanjian homologasi, kewajiban Merpati Airlines kepada pihak ketiga termasuk pesangon kepada eks-karyawan akan diselesaikan dari penjualan seluruh aset Merpati Airlines melalui lelang.

Sebagaimana diketahui, Merpati Airlines sudah tidak beroperasi sejak tahun 2014 dan sertifikat pengoperasian atau Air Operator Certificate (AOC) yang merupakan syarat utama maskapai untuk terbang telah dicabut di tahun 2015. Padahal sebelumnya operusahaan ini pernah mengenyam masa keemasannya, jumlah armadanya mencapai 100 pesawat dan melayani jalur penerbangan internasional..

Kasus ini sungguh menyedihkan. Bagaimanapun Merpati pernah Berjaya namun kemudian terlilit utang, meski telah dilakukan restrukturisasi namun tidak tertolong. Pada 2018, Merpati dituntut oleh pengadilan atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pasalnya, pengadilan memutuskan utang Merpati yang harus dibayarkan mencapai Rp10,9 triliun.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X