• Jumat, 19 Agustus 2022

Amerika Serikat: Membuat Konflik, Menjual Senjata

- Senin, 6 Juni 2022 | 09:15 WIB
Pemerintahan Biden berhasil menjual peralatan militer seharga US$945 juta. Trump menjual seharga US$18,27 miliar. Obama (2009-2017) US$14 miliar dan lisensi pembuatan peralatan militer US$6,2 miliar. (Pikiran Rakyat)
Pemerintahan Biden berhasil menjual peralatan militer seharga US$945 juta. Trump menjual seharga US$18,27 miliar. Obama (2009-2017) US$14 miliar dan lisensi pembuatan peralatan militer US$6,2 miliar. (Pikiran Rakyat)

 

Oleh: Sjarifuddin Hamid

SINAR HARAPAN - Berbagai negara menanggapi dengan hati-hati narasi kritik, tuduhan dan kecaman yang dilontarkan para pejabat Amerika Serikat kepada China. Ketika berbicara di depan civitas academica Universitas George Washington, akhir Mei lalu Menlu Anthony J. Blinken menegaskan China merupakan satu-satunya negara yang berminat membentuk kembali tatanan dunia, seraya meningkatkan kekuatan militer, teknologi, diplomatik dan ekonomi.

Visi Beijing akan mendorong kita menjauh dari nilai-nilai universal  yang begitu banyak menopang kemajuan dunia dalam 75 tahun terakhir, katanya.

Blinken tidak merinci nilai-nilai universal itu, namun difahami nilai itu mencakup kebebasan, kesetaraan, demokrasi, individualisme, persatu dan keanekaragaman. Gradasi sekalian nilai-nilai itu ditentukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Apabila penerapan nilai-nilai tersebut dipandang tak sesuai, maka pemerintahan yang bersangkutan akan dikudeta atau  diserang seperti yang dilakukan terhadap Libya.

Dapat pula dikritik atau dikecam secara berulang sebagaimana yang dikenakan terhadap China dengan mengangkat isyu Xinjiang, Hong Kong dan pemerintahan Xi Jinping yang otoriter.

Presiden Joe Biden di dalam berbagai kesempatan juga mengutarakan hal yang sama. Bahkan di Jepang beberapa waktu lalu menegaskan, Amerika Serikat akan membela dengan kekuatan militer apabila China menginvasi Taiwan.

Kerjasama Multilateral

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: opini

Tags

Terkini

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X