• Jumat, 19 Agustus 2022

Menebak Arah Politik Surya Paloh

- Kamis, 2 Juni 2022 | 20:40 WIB
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh

SINARHARAPAN--Pemerhati masalah politik nasional mengamati dengan seksama langkah politisi senior Surya Paloh (SP) beberapa waktu belakangan ini, yang memunculkan berbagai spekulasi, utamanya terkait koalisi dan penetapan Cpres/Cawapres menjelang pemilihan tahun 2024. SP seperti magnet baru yang tidak mungkin diabaikan oleh para elit politik lainnya.

Ia telah bertemu hampir semua pemimpin partai, tak terkecuali parpol besar seperti Golkar dan Gerindra. Terakhir ia bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana dan pekan ini menerima kunjungan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Langkah-lamgkahnya memperlihatkan SP adalah politisi yang matang, memiliki idealisme yang jelas dan tidak mudah untuk menebak arah politik yang akan dituju.

Langkah-langkah politik SP ke depan menarik dan patut dicermati karena  beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, ia tidak berjuang untuk memenuhi ambisi dirinya, setidaknya tidak pernah terekspos keinginan SP menjadi Capres atau Cawapres. Sangat mungkin dia menyadari kecil peluangnya terpilih bila menjadi Capres mengingat mayoritas pemilih berkultur Jawa. Namun untuk Cawapres sebenarnya Surya berpeluang karena terbukti Jusuf Kalla yang berasal dari Sulawesi  dua kali sukses mendampingi Capres beretnis Jawa.

Kedua, SP tidak ingin merusak ketentuan konstitusi. Ini terlihat dari penolakannya atas usulan yang menginginkan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo atau menambah periode jabatannya menjadi tiga kali. Ketegasannya itu menimbulkan respek bahwa ia bukan petualang poilitik, melainkan tokoh yang berusaha keras memopertahankan konstitusi dan tradisi demokratis.

Ketiga, SP selalu berbicara dengan jelas mengenai tanggungjawab elite politik mempertahankan konstitusi serta stabilitas politik dan keamanan. Tak terkecuali ia menyatakan ketegasan sikapnya itu kepada Presiden Joko Widodo dan juga Menhan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Prabowo-Surya Paloh Bertemu Lima Jam di Nasdem Tower

Belum dua bulan setelah Jokowi menghadiri peresmian Nasdem Tower, SP kembali menemui Jokowi di Istana, menunjukkan kedekatan hubungan keduanya, meski sikap politik SP tidak selalu menguntungkannya. “Fokus kita adalah proses pembangunan bangsa harus tetap berlanjut. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan situasi yaitu stabilitas nasional,” kata SP menjelaskan pertemuannya dengan Jokowi 24 Mei lalu.

Ia mengatakan ingin mengajak elite politik untuk menjaga stabilitas tersebut. Sebab, katanya, kepentingan partai politik tidak boleh mengorbankan stabilitas nasional. “Apapun kepentingan parpol dalam menghadapi strategi pemilu dan sesudah pemilu harus tetap mengutamakan stabilitas nasional,” kata dia.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X