• Jumat, 19 Agustus 2022

Comodor Surya Darma Mengawal Bung Karno ke Bandara Maguwo 1949

- Selasa, 31 Mei 2022 | 08:00 WIB
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)

Oleh : Marzuki Usman

Ketika pada bulan Desember 1993, penulis ikut Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Organisasi International Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – General Agreement on Tarif and Trade (GATT), Bapak Hasan Kartadjumena. Beliau berujar, “Ya Marzuki, kita harus malu bahwa kita tidak bisa mengalahkan Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya!”

Saya menjawab, “Ya Bapak Hasan, kita berhasil untuk tidak segera berlakunya Perdagangan Bebas (Free - Trade) di dunia. Kita mengusulkan semula akan diberlakukan mulai Tahun 2093, yakni masih 100 tahun lagi. Akhirnya setelah tawar-menawar, maka negara-negara peserta negosiasi setuju, mulai tahun 2020. Jadi masih ada waktu 27 tahun lagi untuk bersiap-siap mempraktikkan Perdagangan Bebas (Free-Trade) di dunia.”

Pak Hasan Kartadjumena berujar lagi, “Marzuki, pada tahun 1949, Delegasi Indonesia yang lagi berunding di Kota Lake Succes New York, USA, melawan Delegasi Belanda yang terdiri dari Diplomat yang sudah Kawakan. Padahal, delegasi Indonesia, terdiri dari orang muda semua, seperti : Agus Salim (46 tahun), Soemitro Djojohadikusumo (28 tahun), Soedarpo Soetjipto (28 tahun), Des Alwi (28 tahun), dan L.N. Palar (26 tahun), seorang Diplomat Muda.”

Pada waktu itu Ibukota Republik Indonesia adalah di Kota Yogyakarta, dan dikuasai oleh Tentara Belanda. Bung Karno lagi berdiam di Istana Presiden di jalan Malioboro, Yogyakarta, mengetahui bahwa Pelabuhan Udara Maguwo lagi dikuasai oleh Tentara Belanda yang berpangkat Kapten.

Bung Karno mengetahui bahwa Perdana Menteri India, Pandit J. Nehru telah mengirim Pesawat Terbang ke Yogyakarta untuk meng-evakuasi Bung Karno dan Bung Hatta ke India. Menurut Bapak Soedarpo Soetjipto, “Bung Karno meminta kepada Bapak Djenderal Sudirman untuk megizinkan Comodor Surya Darma mengawal Bung Karno dan Bung Hatta ke Lapangan Terbang Maguwo. Karena Bung Karno adalah Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia, maka Bapak Djenderal Sudirman, mengizinkan Comodor Surya Darma mengantar Bung Karno dan Bung Hatta ke Maguwo.

Dan, sesampai di Lapangan Terbang Maguwo, Bung Karno berujar, “Saya Presiden Republik Indonesia, dan ini (menunjuk Bung Hatta), Wakil Presiden Republik Indonesia, dan ini, Bung Karno menunjuk kepada Comodor Surya Darma, seraya berkata, Pengawal Pribadi Presiden R.I.

Karena Tentara Belanda hanya berpangkat Kapten, maka menurut Konvensi Jenewa, ia harus menghormati Comodor Surya Darma. Dan Bung Karno dan Bung Hatta selamatlah jadinya.” Dan Allah ridho, menganugerahkan Kemerdekaan kepada Rakyat, dan Bangsa Indonesia! Alhamdulillah.

Jakarta, menjelang Idul Fitri 1443 H

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: opini

Tags

Terkini

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X