• Jumat, 1 Juli 2022

Misteri Penggulingan PM Imran Khan

- Senin, 23 Mei 2022 | 13:41 WIB
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (Pikiran Rakyat)
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (Pikiran Rakyat)

Oleh Sjarifuddin Hamid

SINAR HARAPAN - Mantan Perdana Menteri Imran Khan secara mengejutkan, menyatakan telah menyimpan video yang berisi rencana pembunuhan terhadap dirinya. Video itu akan diungkap ke publik apabila dirinya dibunuh. Katanya, para pihak yang terlibat dalam plot pembunuhan adalah kalangan dalam negeri dan Amerika Serikat.

Pembunuhan politisi , pejabat daerah maupun pusat sudah berulangkali terjadi. Sejak tahun 1951 hingga 1990 terjadi 47 pembunuhan. Diantaranya terhadap PM Liaquat Ali Khan yang ditembak mati di Rawal Pindi pada 16 Oktober 1951.

Politisi Khan Sahib dibunuh pada 9 Mei 1958.Mantan Gubernur Khyber-Pakhtunkhwa Hayat Mohammad Hayat Khan Sherpao tewas akibat ledakan bom pada 1975. Mir Murtaza Bhutto, anak tertua PM Zukfikar Ali Bhutto, dibunuh di Karachi pada September 1990. Benazir Bhutto ditembak mati, dan pembunuhnya meledakkan diri, di Liquat Bagh, Rawalpindi pada 27 Desember 2007.

Berdasarkan peristiwa di atas masuk akal bila Imran Khan khawatir. Pembunuhan terhadapnya bisa terjadi dengan beraneka ragam alasan.

Pernyataan tentang video konspirasi muncul setelah Imran dikenai mosi tidak percaya oleh 174 anggota Parlemen, Minggu, 10 April 2022. Mantan pemain kriket ini menjadi PM, Wazi-e-Azzam, pertama yang terkena mosi tidak percaya.

Konspirasi 20 miliar rupee
Seorang fungsionaris partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) , Dr. Farrukh Habib, menyatakan PM yang baru, Shehbaz Sharif, merupakan bagian dari konspirasi itu. Biaya penggulingan pemerintah Imran Khan berjumlah 20 miliar rupee.

Sementara Shezbaz Sharif dalam pidato pelantikan di Parlemen menyatakan, Parlemen akan mengadakan penyelidikan tentang kemungkinan pihak asing berperan menggulingkan Imran. Shezbaz Sharif menawarkan akan mengundurkan diri bila kemungkinan itu terbukti.

Menanggapinya. Imran Khan, ketua Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), menegaskan akan memboikot setiap pertemuan Komite Keamanan Nasional Parlemen untuk membahas penggulingannya. Sebaliknya Imran meminta Mahkamah Tinggi membentuk komite penyelidik.
Imran mendesak pula supaya diadakan pemilihan umum secepatnya. Dia juga menyatakan akan memobilisasi dukungan terhadap partainya, PTI, melalui demonstrasi di berbagai kota.
Gagal Capai Target

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: opini

Tags

Terkini

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB

Awak Pipit Mau Menelan Kedondong?

Selasa, 14 Juni 2022 | 06:31 WIB

Pemimpin Baru Singapura dan Dilemanya

Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:25 WIB

Menebak Arah Politik Surya Paloh

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:40 WIB

Mata Kuliah, “Bagaimana Berdiskusi?”

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:51 WIB

Misteri Penggulingan PM Imran Khan

Senin, 23 Mei 2022 | 13:41 WIB

Selamat Merayakan Hari Waisak Bagi Umat Budha

Senin, 16 Mei 2022 | 10:00 WIB
X