• Jumat, 1 Juli 2022

Menanti China Bersikap Akomodatif Terhadap Bongbong

- Senin, 16 Mei 2022 | 07:22 WIB
Ferdinand Marcos Jr, Presiden Terpilih Filipina (Pikiran Rakyat)
Ferdinand Marcos Jr, Presiden Terpilih Filipina (Pikiran Rakyat)

Oleh: Sjarifuddin Hamid

SINAR HARAPAN - Ferdinand Marcos Jr. menjadi Presiden Pilipina per 30 Juni mendatang dengan cukup bekal. Sejak kanak-kanak telah mengecap aroma kehidupan sebagai anggota keluarga presiden. Berpendidikan internasional. Menjadi politisi dan wakil gubernur, yang tahu tata kelola pemerintahan dan memahami praktek politik yang tricky.

Bongbong, nama panggilan FM Jr, dapat menggunakan bekalnya digunakan memanfaatkan persaingan tajam AS-China demi pembangunan nasionalnya. Tidak mengulangi kegagalan Presiden Ukraina Volodymyr Zelesnky yang gagal memanfaatkan kecemasan Rusia atas ekspansi Uni Eropa/NATO.

Duterte dan Poros China
Presiden sebelumnya Rodrigo R. Duterte pada awal kepemimpinannya (tahun 2016), berani menyatakan negaranya tidak akan tergantung lagi kepada Amerika Serikat. Duterte membuat poros China dengan harapan dukungan merealisasikan program pembangunan infrastruktur alias..Build…Build…Build. Yang beranggaran US$20 miliar per tahun.

China menyambutnya dengan menjanjikan investasi US$24 miliar, diantaranya untuk 14 proyek infrastruktur dan penanaman modal di sektor industri. Salah satu diantara proyek itu adalah membangun jembatan dekat kota Manila senilai US$69 juta, yang rencananya rampung akhir tahun ini. Itupun setelah molor berkali-kali.

Para pengeritik Duterte menyatakan pembuatan poros itu tidak disertai cost-benefit analysis. Akibatnya kalah dengan Vietnam. China sendiri malah mengalirkan investasi langsung ke Indonesia, termasuk dengan membangun kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Selain tak mencapai target. Perubahan poros mengganggu penghalang pengaruh China yang dibuat Washington yakni aliansi militer AUKUS ( Australia, Inggris dan AS) serta aliansi ekonomi QUAD (yang mencakup India, Jepang, Australia dan Amerika Serikat).

Melanjutkan
Bongbong dan Sara Duterte Carpio, anak Rodrigo Duterte, yang juga mantan walikota Davao, menghadapi permasalahan ekonomi domestik yang upaya mengatasinya terkait dengan kebijaksanaan luar negeri.

Bagaimana keduanya mengayuh Philipina diantara AS cs yang mencari proxy dan China yang bangga dengan kebesaran masa lalu serta kemajuan saat ini? Baginya, kebijaksanaan luar negeri Duterte yang meninggalkan Washington DC menuju Beijing dan kemudian kembali ke AS merupakan berkah.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: opini

Tags

Terkini

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB

Awak Pipit Mau Menelan Kedondong?

Selasa, 14 Juni 2022 | 06:31 WIB

Pemimpin Baru Singapura dan Dilemanya

Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:25 WIB

Menebak Arah Politik Surya Paloh

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:40 WIB

Mata Kuliah, “Bagaimana Berdiskusi?”

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:51 WIB

Misteri Penggulingan PM Imran Khan

Senin, 23 Mei 2022 | 13:41 WIB

Selamat Merayakan Hari Waisak Bagi Umat Budha

Senin, 16 Mei 2022 | 10:00 WIB
X