• Jumat, 1 Juli 2022

Wahai Pemimpin, Belajarlah Dari Para Pendiri Bangsa

- Minggu, 1 Mei 2022 | 23:40 WIB
ILustrasi (Dok)
ILustrasi (Dok)

SINARHARAPAN--Cendekiawan Muslim Muhammadiyah Dr. Sukidi mengingatkan para pejabat negara harus belajar dari pendiri bangsa, yakni hidup sederhana dan memiliki gagasan yang luar biasa.

"Jiwa sederhana yang dimiliki para pendiri bangsa merupakan jalan yang dipilih untuk menjiwai penderitaan rakyatnya," kata Sukidi dalam serial Inspirasi Ramadan bertajuk "Menghormati Jasa Pendiri Bangsa dalam Perspektif Islam" yang ditayangkan di akun Youtube BKN PDI Perjuangan, Minggu.

Di balik luar biasanya gagasan dan pemikiran yang dimiliki para pendiri bangsa ini, lanjut dia, para pendiri bangsa memiliki kesederhanaan yang luar biasa.

"Bahkan Bung Karno pernah bilang, akulah satu-satunya Presiden yang tidak memiliki rumah. Bukan hanya Bung Karno, Agus Salim salah satu tokoh besar yang hidupnya melarat. Hidupnya selalu berpindah dari kontrakan ke kontrakan lainnya, walaupun sebenarnya Agus Salim kalau mau hidup lebih dari cukup itu bisa. Hal itu karena, ia menjiwai jalan memimpin adalah jalan penderitaan," katanya.

Menurut dia, penjiwaan bahwa jabatan dan kekuasaan itu adalah jalan pengabdian untuk kesejahteraan rakyat.

"Bung Karno pernah mengatakan, saya tidak ingin mengambil apa pun dari rakyat saya. Yang ingin saya lakukan adalah memberi untuk rakyat dan negara saya. Ini adalah arti penting bahwa Bung Karno memaknai kekuasaan dan jabatan sebagai suatu pengabdian yang berorientasi segalanya untuk rakyat. Seharusnya hal ini dicontoh pejabat negara saat ini," tegas Sukidi dalam keterangan tertulisnya.

Dia menambahkan para tokoh dan pendiri bangsa selalu dikenang karena jalan penderitaan yang dipilih untuk mendarmabaktikan dirinya demi kepentingan negara. Para pendiri bangsa selalu dikenang karena gagasan-gagasan mereka yang diwariskan pada bangsa ini.

"Kenapa tokoh bangsa dapat selalu kita kenang? Bukan karena hartanya, melainkan karena gagasan yang mereka tanamkan untuk berdirinya bangsa ini. Bung Karno penggali Pancasila, Agus Salim adalah orang yang memberikan pembelaan terhadap pembebasan, Bung Hatta dengan kesederhanaan hidupnya. Dari tiga bapak pendiri bangsa ini saja kita dapat mengambil contoh. Bukan dari kemewahan yang mereka miliki, tetapi kita dapat mengenang beliau sebagai figur teladan moral," ujarnya.

Dia mengutip pernyataan J.F Kennedy, "Jangan pikirkan apa yang engkau dapat dari negara melainkan selalu berpikir apa yang Anda bisa berikan kepada negara.

"Kata-kata dari J.F. Kennedy ini memiliki makna yang sangat mendalam. Menuntut rakyat Indonesia untuk berkontribusi kepada negara agar Indonesia bisa menjadi negara yang maju, umat yang maju, dan warga negara yang maju," ucap Sukidi.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB

Awak Pipit Mau Menelan Kedondong?

Selasa, 14 Juni 2022 | 06:31 WIB

Pemimpin Baru Singapura dan Dilemanya

Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:25 WIB

Menebak Arah Politik Surya Paloh

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:40 WIB

Mata Kuliah, “Bagaimana Berdiskusi?”

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:51 WIB

Misteri Penggulingan PM Imran Khan

Senin, 23 Mei 2022 | 13:41 WIB

Selamat Merayakan Hari Waisak Bagi Umat Budha

Senin, 16 Mei 2022 | 10:00 WIB
X