• Jumat, 1 Juli 2022

Ekonomi Mudik

- Minggu, 24 April 2022 | 12:09 WIB
Ilustrasi (cakrawalamedia.co.id)
Ilustrasi (cakrawalamedia.co.id)

SINARHARAPAN--Setelah dua tahun pemerintah melarang ritual mudik saat Lebaran Iedul Fithri, tahun ini arus pergerakan orang dan barang dipastikan membludak. Dalam tradisi tahunan ini warga yang tinggal di perkotaan atau daerah lain akan pulang kampung untuk bersilaturrahim dengan keluarga, sanak saudara.

Presiden Joko Widodo sendiri yang mengumumkan keputusan pemerintah membolehkan warga mudik dengan persyaratan tertentu. Antara lain sudah vaksin booster. Secara spesifik Presiden meminta jajarannya untuk mempersiapkan pengaturan lalu lintas selama arus mudik, pengamanan dan pelayanan kepada para pemudik. Presiden juga secara khusus menekankan perlunya pengusaha mematuhi pemberian tunjangan hari raya (THR), bahkan memberikan waktu cuti bersama bagi apparatus pemrintah dan karyawan.

Jokowi sangat memahami kerinduan masyarakat melakoni tradisi mudik lagi. Bersamaan dengan penurunan penularan Covid-19 yang terus berlanjut, pergerakan orang dan kerumunan besar tidaklah terlalu beresiko lagi. 

Baca Juga: Yuk Mudik dengan Aman

Keputusan tersebut telah menggembosi tekanan psikologis yang terpendam selama dua tahun, bahkan kali ini pun banyak spekulasi bahwa pemerintah masih tetap melarang mudik. Ternyata tidak. Jokowi telah merebut hati masyarakat dengan mengendorkan tekanan yang menyesakkan selama dua tahun terakhir.

Lebih penting lagi, Presiden Jokowi sangat paham dampak positif ekonominya sangat besar. Jokowi ingin mendorong dan memberikan stimulan terhadap pemulihan ekonomi sehingga momentum Lebaran bisa mendongkrak pertumbuhan,

Beberapa catatan menunjukkan ritual mudik telah ikut menggerakan ekonomi di semua sektor. Kalkulasi ekonomi di seputar mudik Lebaran bisa dilihat dari beberapa aspek, yang semuanya meningkat.

Pertama, sector transportasi. Sektor jasa angkutan ini salah satu aspek utama untuk melihat seberapa besar perputaran uang selama mudik.

Kedua, sandang. Tradisi Lebaran yang mendahulukan pembelian pakaian untuk anak-anak jelas mendorong perputaran uang di sector itu meningkat pesat.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB

Awak Pipit Mau Menelan Kedondong?

Selasa, 14 Juni 2022 | 06:31 WIB

Pemimpin Baru Singapura dan Dilemanya

Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:25 WIB

Menebak Arah Politik Surya Paloh

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:40 WIB

Mata Kuliah, “Bagaimana Berdiskusi?”

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:51 WIB

Misteri Penggulingan PM Imran Khan

Senin, 23 Mei 2022 | 13:41 WIB

Selamat Merayakan Hari Waisak Bagi Umat Budha

Senin, 16 Mei 2022 | 10:00 WIB
X