• Jumat, 1 Juli 2022

Bandingkan, Batang Hari dengan Wonosari

- Selasa, 19 April 2022 | 09:20 WIB
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)

Oleh : Marzuki Usman

SINAR HARAPAN - Batang Hari adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi. Disinilah, di desa Mersam, Penulis dilahirkan, pada tahun 1943. Dan, kemudian pada tahun 1973 sesudah tamat SMA, penulis merantau ke Kota Yogyakarta, menuntut Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada (FE UGM). Tamat dari FE UGM, penulis mulai berkarir di Departemen Keuangan Republik Indonesia, dan pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2002.

Semasa menuntut ilmu di FE UGM pada tahun 1966, penulis sempat berkunjung ke Desa-desa di Kabupaten Gunung Kidul yang lebih dikenal dengan nama Kabupaten Wonosari. Saat itu, pemandangannya semua serba miskin dan sengsara.

Hal ini tergambar dari perumahan penduduk, yang kebanyakan rumah bambu (rumah gedeg), tanahnya tandus, hutannya miskin pohon-pohonan. Juga kehidupan penduduk sengsara sekali. Makanan pokoknya adalah Tiwul, yakni serpihan dari ubi kayu. Air bersih susah di peroleh.

Pada tanggal 10 Januari 2022, penulis berkunjung ke Gunung Kidul lagi, keadaannya sudah seperti siang dengan malam. Dahulu di Wonosari kehidupan rakyat masih serba gelap gulita, sekarang Wonosari rumah penduduknya sudah pada beton atau tembok semua. Pohon-pohonannya sudah hijau, di sana-sini alias kata orang Jawa sudah Hijau royo-royo. Air pun sudah melimpah ruah di sana-sini.

Kenapa ini semua bisa terjadi? Itu karena adalah adanya Program Pemerintah berupa : Penghijauan hutan, Intensifikasi Pertanian : padi, pisang, pepaya, sayur-sayuran dan seterusnya. Demikian juga penggalakan perkebunan seperti kelapa, jati dan seterusnya, serta pembinaan Usaha : Pengrajinan, pertanian, perikanan dan seterusnya.

Wonosari sengsara sudah merupakan cerita masih sedih yang lalu. Sekarang rakyat Wonosari sudah pada kaya, terlihat dari banyaknya mobil-mobil dan sepeda motor di mana-mana. Dan perumahannya pun sudah rumah beton dan serba indah.

Beberapa hari yang lalu penulis sempat berkunjung ke Desa Mersam, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Betul kehidupan penduduk sudah lebih baik dibandingkan pada waktu yang lalu. Akan tetapi tingkat kekayaan rakyatnya masih jauh tertinggal di belakang, dibanding keadaan di Kabupaten Wonosari.

Penulis bertanya, kenapa telah terjadi hal-hal yang tidak menggembirakan di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Mungkin di Kabupaten Batang Hari belum banyak orang-orang pandainnya, karena Perguruan Tingginya baru masih berada di Ibu Kota Provinsi di Jambi. Sedangkan Kabupaten Wonosari sangat dekat sekali dengan Kota Yogyakarta yang disitu banyak sekali Perguruan Tinggi.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: opini

Tags

Terkini

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB

Awak Pipit Mau Menelan Kedondong?

Selasa, 14 Juni 2022 | 06:31 WIB

Pemimpin Baru Singapura dan Dilemanya

Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:25 WIB

Menebak Arah Politik Surya Paloh

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:40 WIB

Mata Kuliah, “Bagaimana Berdiskusi?”

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:51 WIB

Misteri Penggulingan PM Imran Khan

Senin, 23 Mei 2022 | 13:41 WIB

Selamat Merayakan Hari Waisak Bagi Umat Budha

Senin, 16 Mei 2022 | 10:00 WIB
X