• Jumat, 12 Agustus 2022

Tahun Baru, Tantangan Baru

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 08:50 WIB
ilustrasi grafis
ilustrasi grafis

JAKARTA--Malam pergantian tahun kali berlangsung tidak semeriah tahun-tahun sebelum pandemic Covid-19. Kali ini kita melewatinya  dalam suasana prihatin karena ternyata setelah dua tahun berlamngsung pandemic belum juga berakhir. Bahkan belakangan ini merebak varian Omicron yang meresahkan masyarakat berbagai negara di dunia.

Kita sepatutnya tetap bersyukur karena telah melewati perjalanan melelahkan sebelum memasuki tahun baru 2022 ini dengan selamat. Karenanya kita tetap optimistis bahwa sebesar apapun cobaan dan tantangan yang ada bisa kita hadapi dengan baik. Kita optimis varian Omicron akan bisa diatasi sebagaimana kita berhasil menghadapi varian-varian yang lain sebelumnya.

Keberhasilan mengatasi berbagai varian virus Corona itu memberikan keyakinan bahwa pemulihan ekonomi akan berjalan lebih baik tahun ini. Bangsa Indonesia umumnya juga berpandangan serupa bahwa keadaan akan berubah tahun ini menjadi lebih baik.

Survei terbaru oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap mayoritas publik optimistis dengan kondisi ekonomi nasional pada 2022 nanti. Hal itu terungkap dalam survei bertajuk Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022: Opini Publik Nasional.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan 62,2 persen responden menilai ekonomi nasional tahun 2022 lebih baik atau jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tentu ada responden yang menilai perekonomian tetap buruk, atau jauh lebih buruk, namun hanya 10,6 persen. Sisanya sebanyak 19,2 persen memperkirakan tidak ada perubahan, sedangkan yang 7,9 persen sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

"Temuan ini sejalan dengan optimisme warga pada ekonomi rumah tangganya. Ada sekitar 72,9 persen yang menilai ekonomi rumah tangga tahun depan akan lebih baik atau jauh lebih baik dibanding sekarang. Sementara yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk hanya sekitar 6,7 persen, dan yang menilai tidak ada perubahan 15,9 persen. Yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 4,4 persen," tutur Deni, pekan lalu.

Tahun 2021 memang penuh dengan tantangan berat. Banyak warga menilai kondisi tahun lalu buruk, bahkan lebih buruk dari tahun sebelumnya. Meski tak sedikit pula yang menilainya lebih baik.

Hasil survey SMRC tersebut merupakan temuan yang menggembirakan karena para pengamat ekonomi umumnya memperkirakan tahun ini kondisinya akan lebih baik. Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal juga meyakini ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik dari 2021.

"Potensi untuk tumbuh di 2022 lebih bagus daripada di 2021. Kalau di 2021 proyeksi kami pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 3,6% sampai 4%, di 2022 nanti lebih tinggi di kisaran 4% sampai 5%. Meskipun lebih rendah dari target pemerintah, tapi lebih tinggi dibandingkan 2021,” kata Mohammad Faisal dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 yang digelar Core Indonesia, di Jakarta, pekan lalu.

Halaman:

Editor: editor1

Tags

Terkini

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Maming Ikuti Jejak Harun Masiku

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:50 WIB

Dimana Ada Air, Disitu Ada Ikan !!!

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:23 WIB

Aku Nguyup?

Selasa, 19 Juli 2022 | 06:24 WIB

Bukan China Penyebab Kebangkrutan Sri Lanka

Senin, 18 Juli 2022 | 06:26 WIB

Tak-Kan Lari Gunung Di Kejar!!!

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:57 WIB

“Buruk Muka Cermin Dibelah!”

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:29 WIB

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB
X