• Kamis, 29 September 2022

Nasabah Adalah Raja Bagi Perbankan di Amerika Serikat

- Selasa, 21 Desember 2021 | 10:24 WIB
Marzuki Usman
Marzuki Usman

PADA suatu waktu di Kampus Duke University, Durham, North Carolina, USA, penulis pada tahun 1973, lagi menuntut Ilmu Ekonomi, S2, pada Departement of Economics (Fakultas Ekonomi), penulis ikut kuliah Mata Pelajaran, “Bagaimana membuat Pelanggan menjadi Pelanggan Setia kepada Produk yang dihasilkan oleh suatu Perusahaan? Profesornya adalah seorang Ahli Pemasaran (Marketing) yang tersohor di Amerika Serikat pada waktu itu.

Beliau berujar, “Pelanggan adalah Raja (Customer is The King!). Artinya perusahaan haruslah melayani pelanggannya, dan kualitas pelayanannya adalah seperti Melayani seorang Raja. Dan, penulis sendiri mengalami pelayanan seperti itu, yakni pelayanan dari North Carolina Bank (Bank Provinsi Carolina Utara). Meskipun penulis pada itu adalah hanya sebagai Mahasiswa, yang hidupnya dari Hibah (Grant) dari Ford Foundation. Uang Hibah itu hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Artinya, penulis bukanlah nasabah Bank itu, yang berkelas kakap. Akan tetapi, tetap saja dilayani oleh Bank itu, seperti melayani penulis, seperti seorang raja.

Pada waktu itu, penulis berbelanja di toko Serba Ada, pada Mal (Pusat Perbelanjaan) di Kota Durham, tempat penulis bermukim. Ketika penulis membayar dengan menggunakan Kartu Kredit dari Bank itu, dan ternyata Uang Saldo penulis di Bank itu, tidak cukup untuk membayar belanja penulis.

Begitu selesai penulis membayar belanja dengan menggunakan Kartu Kredit dari Bank itu, sesampainya ke rumah, telepon rumah berdering. Lalu penulis angkat, (pada waktu itu belum ada telepon tangan?), dan suara dari seberang sana rupanya, dari Bank Penulis itu. Dia, petugas Bank itu berujar, “Sorry ya Mr. Usman, Anda punya saldo tidak cukup, tetapi kami tutupi kekurangannya, dan silahkan anda setor kekurangan itu ya!”

Penulis tersanjung, sebagai nasabah orang kecil, tetapi pelayanannya tetap menganggap penulis seperti Raja.

Penulis sekarang bermimpi, kapanlah di Indonesia para produsen yang baik seperti itu : lembaga-lembaga Perbankan, industri makanan, dan seterusnya akan melayani pelanggannya atau pembelinya seperti seorang raja, seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Apakah nanti pada tahun 2045? Seperti yang didengungkan, bahwa pada tahun 2045, Indonesia sudah menjadi Negara Kaya di dunia? (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom senior dan pendiri pasar modal.

 

 

Halaman:

Editor: editor3

Tags

Terkini

Barang Substitusi (Pengganti)?

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Orang Lain Makan Nangka, Awak Kena Getahnya?

Selasa, 20 September 2022 | 05:35 WIB

Wonderful Indonesia I, Parang Tritis?

Selasa, 13 September 2022 | 06:57 WIB

Bjorka dan Gerakan Rakyat

Senin, 12 September 2022 | 13:06 WIB

Misteri di Balik Peningkatan Anggaran Militer ASEAN

Jumat, 9 September 2022 | 15:14 WIB

Ilmu Matematika ≠ Ilmu Sosial

Selasa, 6 September 2022 | 06:06 WIB

Rezim Baru dan BBM Rp Lima Ribu

Senin, 5 September 2022 | 12:57 WIB

Catatan Ekonomi: Social Bond dan Blended Finance

Selasa, 30 Agustus 2022 | 21:01 WIB

Pajak Kuburan?

Selasa, 30 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Lempar Batu, Sembunyi Tangan?

Selasa, 23 Agustus 2022 | 05:52 WIB

Rektor Koruptor dan Kegagalan Revolusi Mental

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:47 WIB

Kenaikan Harga BBM, Maju dan Mundur Kena

Minggu, 21 Agustus 2022 | 10:44 WIB

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB
X