• Kamis, 29 September 2022

Korut Culik WN Jepang: Permintaan Jepang Merupakan Momentum Menyeimbangkan Hubungan Tiga Pihak

- Senin, 13 Desember 2021 | 08:25 WIB
PM Jepang Fumio Kishida.
PM Jepang Fumio Kishida.

 

 

PEMERINTAH Jepang mengalami kesulitan berunding langsung dengan Korea Utara untuk membicarakan pemulangan warganya yang diculik. Penyebab utama kesulitan itu adalah invasi Jepang ke Semenanjung Korea pada Perang Dunia II yang masih menimbulkan bekas kelam. Kemudian, percobaan peluru kendali Korut yang kerap jatuh di laut Jepang serta pengayaan uranium untuk membuat senjata nuklir.

Sejak kasus penculikan tercetus pada tahun 1988, hanya PM Junichiro Koizumi yang menemui Kim Jong-il di Pyongyang pada September 2002.

Koizumi ‘membawa pulang’ Yasushi Chimura and Fukie Hamamoto, yang diculik di Perfektur Fukui Prefecture tahun 1978. Kaoru Hasuike dan Yukiko Okudo, yang diculik di Niigata serta Hitomi Soga yang diculik di pulau Sado pada 1978.

Korban penculikan juga dipulangkan lewat Jakarta, tetapi sejak 2002 itu tak ada lagi yang dikembalikan. Pemerintah Jepang mengklaim 17 warganya diculik tetapi Korut mengaku jumlahnya lebih sedikit dan delapan diantaranya sudah meninggal dunia.

Diperkirakan salah satu faktor yang mendorong Pyongyang mengakui dan memulangkan korban penculikan adalah karena memerlukan bantuan pangan mengatasi kelangkaan pangan. Kabarnya, hasil panen yang buruk menyebabkan sedikitnya 250 orang tewas.

Sejak tahun 2003 sampai sekarang, tak ada lagi yang dibebaskan. Korut menutup kantor yang mengurus masalah penculikan.

Hubungan kedua negara malahan memanas sebab Korea Utara melakukan uji coba meledakkan bom nuklir dan penembakan peluru kendali yang melewati Jepang.

Halaman:

Editor: editor3

Tags

Terkini

Barang Substitusi (Pengganti)?

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Orang Lain Makan Nangka, Awak Kena Getahnya?

Selasa, 20 September 2022 | 05:35 WIB

Wonderful Indonesia I, Parang Tritis?

Selasa, 13 September 2022 | 06:57 WIB

Bjorka dan Gerakan Rakyat

Senin, 12 September 2022 | 13:06 WIB

Misteri di Balik Peningkatan Anggaran Militer ASEAN

Jumat, 9 September 2022 | 15:14 WIB

Ilmu Matematika ≠ Ilmu Sosial

Selasa, 6 September 2022 | 06:06 WIB

Rezim Baru dan BBM Rp Lima Ribu

Senin, 5 September 2022 | 12:57 WIB

Catatan Ekonomi: Social Bond dan Blended Finance

Selasa, 30 Agustus 2022 | 21:01 WIB

Pajak Kuburan?

Selasa, 30 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Lempar Batu, Sembunyi Tangan?

Selasa, 23 Agustus 2022 | 05:52 WIB

Rektor Koruptor dan Kegagalan Revolusi Mental

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:47 WIB

Kenaikan Harga BBM, Maju dan Mundur Kena

Minggu, 21 Agustus 2022 | 10:44 WIB

Selain Taiwan, Filipina Menjadi Lahan Proxy AS-China

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:03 WIB

Ikan Semah? Ikan Bangsawan?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:50 WIB

Jangan Terjebak dengan Permainan AS

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Produk Baru?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:49 WIB
X