• Senin, 4 Juli 2022

Australia Korban Hubungan Buruk China-AS

- Jumat, 19 Juni 2020 | 13:21 WIB
PM Australia Scott Morrison
PM Australia Scott Morrison

AUSTRALIA sejak lama merupakan sekutu Amerika Serikat. Ikut dalam Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, Afghanistan dan Irak.

Pada April lalu, HMAS Parrmattta bersama kapal serbu amfibi USS America, kapal penjelajah USS Bunker Hill dan kapal perusak USS Barry mengadakan latihan bersama di Laut China Selatan. Kawasan di mana China sedang menambah fasilitas dan kekuatan militer.

Kehadiran kapal perang Australia tersebut menimbulkan tambahan kemarahan di pihak China. Sebelumnya Beijing  bereaksi keras terhadap sejumlah manuver Canberra dalam menyikapi wabah virus Covid-19.

Pemerintahan PM Scott Morrison pada Februari 2020 memperpanjang lagi selama dua minggu larangan ke Australia bagi mereka yang pernah melawat ke China.

Beijing menilai larangan itu bertentangan dengan seruan WHO yang berulangkali menyatakan tidak merekomendasikan pelarangan bagi mereka yang pernah berkunjung dan melakukan hubungan dagang dengan China.

Dalam pada itu, suatu publikasi yang diterbitkan Kelompok Intelijen Lima Mata yang terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan Australia pada Mei 2020 menyebutkan China telah menghancurkan bukti-bukti baru wabah Covid-19.

Kelompok ini juga berperan dalam pengendalian perluasan pengaruh  Huawei. Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru sudah melarang operator menggunakan perangkat Huawei di jaringan 5G.

Membalas

Beijing dalam hitungan hari melakukan pembalasan dengan menunda impor  daging sapi dari empat perusahaan Australia dan menaikkan hingga 80% tarif impor barley atau jelai.

Sementara penghentian atau pembatasan impor atas bijih besi, anggur, batubara dan lainnya akan menyusul.

China juga berencana menghentikan perjalanan wisata,  pengiriman pelajar dan mahasiswa ke Australia.

Berdasarkan data, Australia mengekspor daging sapi ke China senilai US$3 miliar per tahun. Secara keseluruhan, 26 persen dari total ekspor Australia ditujukan ke China.

Tindakan Beijing menimbulkan kekhawatiran akan berhentinya sejumlah industri dan pengurangan tenaga kerja di Australia. Dalam konteks ini muncul pertanyaan, seberapa besar manfaat bila selalu mengikuti kebijaksanaan luar negeri Amerika Serikat?

Hubungan yang Didominasi Perdagangan

Australia meresmikan hubungan diplomatik dengan China pada 1972 dan setahun kemudian membuka Kedubes di Jalan Dongzhimenwai No 21, Distrik Chaoyang, Beijing.

Halaman:

Editor: editor3

Tags

Terkini

Alah Bisa Karena Biasa?

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:22 WIB

Awak Pipit Mau Menelan Kedondong?

Selasa, 14 Juni 2022 | 06:31 WIB

Pemimpin Baru Singapura dan Dilemanya

Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:25 WIB

Menebak Arah Politik Surya Paloh

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:40 WIB

Mata Kuliah, “Bagaimana Berdiskusi?”

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:51 WIB

Misteri Penggulingan PM Imran Khan

Senin, 23 Mei 2022 | 13:41 WIB

Selamat Merayakan Hari Waisak Bagi Umat Budha

Senin, 16 Mei 2022 | 10:00 WIB
X