PSSI Undang Jokowi Tonton Laga Indonesia Versus Malaysia

Selasa , 03 September 2019 | 19:47
PSSI Undang Jokowi Tonton Laga Indonesia Versus Malaysia
Sumber Foto: Setkab.go.id
Presiden Jokowi.

JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan langsung pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia tim nasional Indonesia versus Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9/2019).

"Kami sudah mengundang beliau, tetapi belum ada balasan. Kami berharap beliau datang untuk menyaksikan pertandingan, Insya Allah, menyaksikan kita menang," ujar Deputi Sekjen PSSI Marshal Masita di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Selain Presiden Jokowi, PSSI juga melayangkan undangan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan menteri-menteri Kabinet Kerja.

Para menteri itu khususnya yang berkaitan dengan percepatan pembangunan persepakbolaan nasional yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019.

Menteri-menteri tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Keuangan serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Kami memang sedang intens berkomunikasi dengan para menteri itu demi mewujudkan percepatan pengembangan sepak bola di Tanah Air," tutur Marshal seperti dikutip antaranews.com.

Indonesia menghadapi Malaysia pada laga perdananya di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada Kamis (5/9), di SUGBK, mulai pukul 19.30 WIB.

Itu merupakan penampilan pertama tim nasional Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia setelah menjalani sanksi FIFA di rentang tahun 2015-2016.

Lima hari setelah melawan Malaysia, tepatnya Selasa (10/9), juga di SUGBK, Indonesia melanjutkan perjalanannya di kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan menjamu Thailand.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load