Novak Djokovic Terancam Absen di Australia Open

Kamis , 21 Oktober 2021 | 13:58
Novak Djokovic Terancam Absen di Australia Open
Sumber Foto dok/ATP Tour
Petenis Novak Djokovic

JAKARTA - Juara bertahan Australia Open, Novak Djokovic, terancam tak bisa mempertahankan gelar karena menolak terbuka soal status vaksinasi Covid-19.

Petenis nomor satu dunia ini sempat menolak mengungkapkan status vaksinasinya, dan mengatakan tidak yakin apakah akan mempertahankan mahkota Australia Open pada 2022 mendatang.

Menteri Imigrasi Australia Alex Hawke mengatakan, orang asing yang akan masuk ke Negeri Kanguru tersebut harus sudah dua kali vaksin. Aturan ini juga berlaku pada olahragawan mancanegara.

Dia menjelaskan, petenis internasional yang akan tampil di ajang grand slam pada Januari 2022 tersebut harus sudah divaksin penuh. Jika tidak, visa masuk ke Australia akan ditolak.

"Anda harus divaksin ganda untuk bisa mengunjungi Australia. Itu adalah aplikasi universal, bukan hanya untuk pemain tenis. Maksud saya, setiap pengunjung ke Australia perlu divaksin ganda," kata Hawke kepada radio Australian Broadcasting Corporation dilansir CNN.com.

"Saya tidak punya pesan untuk Novak [Djokovic]. Saya punya pesan untuk semua orang yang ingin mengunjungi Australia. Dia harus divaksinasi ganda," Hawke menambahkan.

Dalam sejumlah laporan media disebutkan bahwa sepertiga petenis profesional belum divaksin. Tak hanya Djokovic, petenis papan atas lainnya baik putra maupun putri, banyak yang belum diketahui status vaksinnya.

Beberapa di antaranya adalah juara AS Open 2021 asal Rusia Daniil Medvedev, dan petenis peringkat keempat asal Jerman Alex Zverev, yang secara terbuka skeptis dengan vaksinasi covid-19.

Petenis asal Yunani Stefanos Tsitsipas juga mengaku belum divaksin Covid-19. Penghuni peringkat ketiga dunia ini baru akan vaksin jika statusnya wajib. Bila tidak, Tsitsipas akan mengabaikan.

Tennis Australia sebagai penyelenggara Australian Open mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah Australia, terkait kondisi para pemain, fan, dan staf dalam turnamen.

"Pemahaman kami adalah bahwa rincian tentang pendatang internasional yang memasuki negara ini belum diputuskan dan kami berharap dapat segera mendapatkan lebih banyak informasi," kata Tennis Australia.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, aturan warga asing yang akan datang harus sudah dua kali divaksin Covid-29 semata-mata demi melindungi warga Australia dari bahaya virus Covid-19.

"Itu [peraturan wajib vaksin dua kali] berlaku untuk semua orang tanpa rasa takut atau bantuan. Tidak masalah apakah Anda nomor satu di dunia atau yang lain," kata Hunt pada Rabu (20/19/2021).

Jika gagal tampil di Australian Open awal 2022, maka Djokovic juga kehilangan peluang melewati rekor Roger Federer dan Rafael Nadal sebagai pengoleksi gelar Grand Slam terbanyak. Kini Djokovic, Federer, dan Nadal sama-sama mengoleksi 20 gelar Grand Slam.(*)

 



Sumber Berita: CNN Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load