Ginting Mundur dari Denmark Open

Kamis , 21 Oktober 2021 | 09:07
Ginting Mundur dari Denmark Open
Sumber Foto dok/Antara/Sigid Kurniawan
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.

JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) PBSI mengumumkan bahwa mundurnya Anthony Sinisuka Ginting dari babak pertama Denmark Open, Rabu (20/10/2021), dikarenakan sakit otot pinggang yang menyebabkan pebulu tangkis tunggal putra nasional itu sulit bergerak.

Menurut pelatih fisik PP PBSI Iwan Hermawan, otot pinggang Ginting mengalami pemakaian berlebihan sehingga menyebabkan sakit dan memaksanya berhenti bermain saat baru menjalani tiga menit pertandingan babak pertama.

"Ginting sakit bagian pinggang kalau ada gerakan rotasi. Sudah diperiksa dokter dan fisioterapi, ototnya 'overuse' setelah dua turnamen kemarin," kata peria yang juga menjabat Kasubid Pengembangan Sport Science PBSI itu lewat pesan tertulisnya di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Pebulu tangkis peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo itu tak bisa meneruskan laganya saat melawan atlet Prancis, Thomas Rouxel. Laga yang menjadi pertemuan kedua antara Ginting dan Thomas itu pun berakhir dengan skor 1-4.

Lewat keterangan PP PBSI, Ginting mengaku bahwa sakit pinggangnya sudah mulai terasa sejak pertandingan final Piala Thomas empat hari lalu.

Meski sudah menghabiskan waktu istirahat selama dua hari, nyatanya rasa sakitnya belum mereda dan justru menjadi batu sandungan di babak 32 besar turnamen Super 1000 Rabu (20/10/2021) malam.

"Kemarin ada jeda istirahat, sudah sempat untuk pemulihan tapi mungkin waktunya tidak cukup hanya dengan dua hari. Jadi saya memutuskan buat menarik diri dari pertandingan Denmark Open," Ginting mengungkapkan.

Akibat mundurnya pemain unggulan kelima itu, Thomas pun mengamankan posisinya di babak 16 besar dan bertemu wakil Indonesia lainnya yaitu Tommy Sugiarto.

Pada laga hari pertama, Selasa, Tommy terlebih dulu memastikan posisinya setelah mengalahkan pebulu tangkis Thailand Kantaphon Wangcharoen dalam dua gim langsung.(*)

 



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load