Cameron Norrie Sabet Gelar Juara Indian Wells

Senin , 18 Oktober 2021 | 12:52
Cameron Norrie Sabet Gelar Juara Indian Wells
Sumber Foto Reuters/Jayne Kamin
Petenis Britania Raya Cameron Norrie mencium trofi usai memenangkan laga final melawan Nikoloz Basilashvili dalam turnamen tenis BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden, California, AS, Minggu (17/10/2021). Norrie menang dengan skor 3-6, 6-4 dan 6-1.

JAKARTA - Cameron Norrie memberikan kejutan dengan kemenangan 3-6, 6-4, 6-1 atas Nikoloz Basilashvili untuk menjadi orang Inggris pertama yang memenangkan gelar ATP Indian Wells.

Norrie meraih kemenangan ke-47 terbaik dalam kariernya pada musim ini, dan sekaligus menjadi pemain pertama dari Inggris yang mengangkat trofi turnamen Indian Wells, yang sebelumnya gagal dilakukan oleh Andy Murray, Tim Henman dan Greg Rusedski.

Indian Wells menjadi gelar juara kedua Norrie dalam final ATP keenamnya musim ini setelah memenangi mahkota perdananya pada awal tahun ini di Los Cabos.

Kemenangan itu juga akan mendorongnya ke peringkat 20 besar dunia untuk pertama kali dalam kariernya, menggeser Daniel Evans untuk menjadi pemain nomor satu Inggris yang baru.

"Saya sangat senang, ini adalah gelar terbesar saya," kata Norrie dikutip dari AFP, Senin (18/10/2021).

Meski hanya memukul satu ace dan melakukan dua double fault, tetapi Norrie mendominasi 77 persen dari poin servis pertamanya dan bermain lebih baik di saat-saat penting dari pada Basilashvili.

"Ini merupakan pekan yang luar biasa. Saya sudah menyangka ini akan menjadi pertandingan yang lama dan dia membuat beberapa kesalahan di akhir," ujar Norrie.

Murray pernah masuk ke babak final pada 2009, namun ia dikalahkan petenis Spanyol Rafael Nadal. Sebelumnya, Henman juga pernah mencapai final dua kali pada 2002 dan 2004, tetapi kalah dua set langsung dari Roger Federer 6-3, 6-3. Sementara petenis Inggris kelahiran Kanada Rusedski sempat menjadi runner-up pada 1998.

Norrie lahir di Johannesburg, Afrika Selatan, dan dibesarkan di Selandia Baru sebelum menjadi pemain terbaik tingkat perguruan tinggi Amerika Serikat di Texas Christian University. Dia telah mewakili Inggris selama delapan tahun terakhir.

Basilashvili yang berusia 29 tahun itu tengah mengincar gelar ketiganya musim ini. Sayangnya, petenis Georgia itu tidak bermain dengan baik saat melawan Norrie. Permainannya tidak seperti pada perempat final, di mana dia mengalahkan unggulan kedua Stefanos Tsitsipas dari Yunani.

Basilashvili pun mengaku memiliki beberapa masalah kesehatan yang menguras energinya di set terakhir, tetapi ia menolak untuk menjelaskannya secara rinci.

"Pertandingannya sangat ketat. Saya mengalami beberapa masalah kesehatan pada set ketiga. Saya mencoba keluar dan mengambil napas tetapi tidak bisa pulih. Saya tidak punya apa-apa lagi," ungkap Basilashvili yang meninggalkan lapangan setelah gim kelima di set ketiga untuk ke kamar mandi.

Basilashvili, putra mantan penari Balet Nasional Georgia, hanya memenangi 56 persen dari servis pertamanya dan 59 persen dari servis keduanya dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 49 menit itu.

Basilashvili memenangi lima gim terakhir dari set pertama untuk mencetak angka 6-3. Namun, Norrie melawan balik pada set kedua dengan kemenangan 6-4.

Norrie unggul pada tiga gim di set ketiga, tetapi Basilashvili memenangi gim keempat selama enam menit untuk memangkas jarak menjadi 3-1. Sayangnya, kemenangan gim tersebut adalah yang terakhir bagi Basilashvili, yang kemudian kalah di tiga gim terakhir.(*)

 



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load