Kegelishan Mourinho Jelang Laga MU versus City

Sabtu , 10 November 2018 | 06:50
Kegelishan Mourinho Jelang Laga MU versus City
Sumber Foto telegraph
Jose Mourinho

LONDON - Jose Mourinho dirundung kegelisahan. Ia benar-benar gusar menyusul timnya yang terus-menerus tertinggal duluan dari lawan. Dia menuntut Manchester United belajar dari hasil-hasil belakangan ini.

MU akan ditunggu laga berat di akhir pekan ini, ketika bertandang ke Manchester City, Minggu (11/11/2018) malam WIB. Laga ini menguji momentum MU, yang sudah tak terkalahkan di empat partai terakhir liga.

'Setan Merah' menang atas Newcastle United, Everton, dan Bournemouth, juga berimbang dengan Chelsea.

Mourinho hanya mewanti-wanti timnya untuk tak terus-terusan menjalani start buruk. Dari enam pertandingan terakhir di seluruh ajang misalnya, MU empat kali lolos dari kekalahan.

Saat menang 3-2 atas Newcastle, MU lebih dulu tertinggal dua gol di 10 menit pertama. Anak asuh Mourinho juga ketinggalan duluan di markas Chelsea, meski kemudian berbalik memimpin dan ditahan imbang.

Berikutnya kala bertandang ke Bournemouth. Tuan rumah memimpin lebih dulu di menit ke-11, sebelum akhirnya MU memenangi laga dengan gol di menit-menit akhir.

Hal serupa terjadi saat MU melawat ke Juventus di matchday 4 Liga Champions. Cristiano Ronaldo membuat MU tertinggal, yang baru bisa dibalas di lima menit terakhir. MU pun menang 2-1.

Mourinho sadar MU tak bisa terus-terusan tertinggal lebih dulu, khususnya melawan tim-tim besar. Ke depannya, membalikkan keadaan akan jauh lebih sulit karena lawan bakal sudah mengantisipasi perubahan-perubahan MU.

"Kalau kami terus kebobolan sebelum lawan, maka akan tiba harinya di mana kami tak bisa bangkit. Tapi kami memang tim yang tak menyerah, kami tim yang selalu menemukan cara untuk merespons," ujar Mourinho dilansir BBC.

"Kami harus memastikan bahwa kami tumbuh, bukan cuma dalam pendekatan saja. Karena saya pikir jelas bahwa tim ini sedang berkembang, tapi kami juga harus tumbuh dalam hal kesolidan dan memulai laga dengan baik," tandasny

KOMENTAR

End of content

No more pages to load