Lifter Rahmat Erwin Abdullah Tuntaskan Ambisi Ayahnya

Rabu , 28 Juli 2021 | 21:56
Lifter Rahmat Erwin Abdullah Tuntaskan Ambisi Ayahnya
Sumber Foto rri.co.id
Lifter Rahmat Erwin Abdullah yang berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Toky

JAKARTA--Sukses Rahmat Erwin Abdullah meraih medali perunggu cabang olahraga angkat besi kelas 73kg putra, Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, ternyata tidak lepas dari peran sang ayah, Erwin Abdullah, mantan lifter Indonesia sekaligus pelatih yang setia mendampingi Rahmat di Tokyo.

Sang Ayah, Erwin Abdullah, pernah memiliki kesempatan tampil di Olimpiade 2004 Athena. Namun mimpi untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara harus dikubur. Walau telah lolos kualifikasi, dokter tim tidak mengizinkannya tampil akibat cedera punggung.

"Ayah tidak bisa bertanding di Olimpiade 2004 Athena, karena waktu itu badannya sedikit tidak enak dan diperiksa dokter, lalu dilarang bertanding," tutur Rahmat,  seperti dikutip RRI.co.id dari NOC Indonesia yang menemuinya usai pertandingan, Rabu (28/7).

"Saya masih ingat terus kata-kata bapak. Mat, kamu mau rasain yang pernah bapak rasain di Olimpiade. Soalnya, bapak belum sempat bertanding. Dan itu selalu diulang terus sama bapak akhir-akhir ini,” Rahmat melanjutkan kisahnya.

Ternyata, pesan sang ayah membakar semangatnya tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Kesempatan perdana memperkuat Tim Angkat Besi Merah Putih dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga berbuah manis sebuah medali perunggu.

"Saat itu, aku bilang gini. Aku mau rasain yang nggak pernah bapak alami, yakni bertanding di Olimpiade. Kini, saya tak cuma melakukannya di Olimpiade 2020 Tokyo, tetapi juga pulang membawa medali,” kata Rahmat.

Kuda Hitam

Rahmat tampil bak 'kuda hitam'. Tidak diunggulkan, tetapi sukses memberi kejutan. 

Rahmat tampil menjadi yang terbaik di Grup B kelas 73kg putra usai membukukan angkatan total 342kg (snatch 152kg dan clean&jerk 190kg).

“Saya sangat bersyukur. Medali ini saya persembahkan untuk keluarga saya, ayah dan ibu. Untuk seluruh masyarakat Indonesia, Kemenpora, NOC Indonesia, PB PABSI, serta semua yang sudah mendukung saya,” tambahnya.

Pejuangan Rahmat di Olimpiade Tokyo ini cukup berat. Dia sempat mengalami cedera paha belakang saat melakukan pemanasan menjelang angkatan clean&jerk.

Meski demikian, perjuangan Rahmat terbayar lunas. Bahkan, ia mempertajam rekor angkatan terbaiknya.  

Sebelumnya, Rahmat memiliki angkatan snatch terbaik 148kg dan clean&jerk 187kg. Dengan penambahan beban 7kg di kedua jenis angkatan itu, total Angkatan Rahmat yang tadinya 335kg naik menjadi 342kg.

Kini, Rahmat berjanji akan terus berusaha untuk meningkatkan prestasinya. “Saya akan selalu berusaha untuk tampil lebih baik. Multievent internasional selanjutnya mungkin ada SEA Games Vietnam yang masih menunggu jadwalnya, kemudian Asian Games 2022 Hangzhou dan juga Islamic Solidarity Games 2022. Dan, saya juga ingin tampil lagi di Olimpiade 2024 Paris," katanya. (Miechell Octovy Koagouw)



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load