Thomas Tuchel, Sang Pengubur Mimpi Pep Guardiola

Minggu , 30 Mei 2021 | 05:08
Thomas Tuchel, Sang Pengubur Mimpi Pep Guardiola
Sumber Foto dok//Imago
Manajer Chelsea Thomas Tuchel.

JAKARTA - Chelsea akhirnya sukses menjuarai Liga Champions. Gol tunggal Kai Havertz menjadikan The Blues jawara di Benua Biru. Namun, di balik pencapaian Chelsea ada tangan dingin seorang arsitek bernama Thomas Tuchel.

Ternyata mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu mempunyai kepribadian yang jarang orang tahu. Manajer Chelsea itu begitu perfeksionis, sampai-sampai rumput lapangan saja diendus.

Thomas Tuchel akhirnya menguburkan mimpi pelatih Manchester City untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Chelsea menundukkan Manchester City pada Final Liga Champions di Stadion Do Dragao, Porto, Portugal melalui sebuah gol tunggal.

Kemenangan Tuchel bersama Chelsea bukan tanpa alasan. Sebab sudah dua kali, Manchester City mampu dikalahkan Chelsea (satu di semifinal Piala FA dan satu lagi di Liga Inggris).

Daily Star menampilkan sisi kepribadian Thomas Tuchel yang belum banyak orang tahu, yakni soal sifat perfeksionis. Seorang narasumber bernama Christian Heidel, menceritakan panjang lebar hal tersebut.

Christian Heidel sendiri merupakan sahabat dekat Tuchel. Heidel dulu merupakan presiden klub sepakbola asal Jerman, Mainz dan juga yang mempromosikan Tuchel dari pelatih muda jadi pelatih utama di klub itu pada tahun 2009.

"Jika Anda mempekerjakan Thomas Tuchel sebagai pelatih, Anda harus menyadari bahwa dia perfeksionis. Dia menganalisis setiap detail kecil," ujar Heidel.

"Dia selalu mencari kesempurnaan. Dia memiliki rencana yang sangat ketat dan ingin semuanya berjalan sesuai rencana itu, maka tak heran tim-tim yang dilatihnya cukup bagus dan Chelsea juga sedang dalam performa oke," tambahnya

Satu bukti perfeksionisnya Thomas Tuchel adalah ketika dirinya baru diangkat jadi pelatih utama Mainz. Kala itu, Mainz berada di suatu kamp latihan di Austria untuk menggelar laga pemanasan jelang kompetisi.

"Tuchel mengamati rumput dengan sangat cermat. Dia berbaring di tanah, mengukur ketinggian, dan mengendusnya. Lalu dia senang, lapangannya sudah oke," terang Heidel.

"Ya itulah Tuchel. Dia selalu bersemangat dan mau bekerja keras untuk mempelajari hal baru," ia menambahkan.

Selamat Chelsea, Selamat Thomas Tuchel!(*)



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load