12 Klub Elite Dikabarkan Siap Gabung Liga Super Eropa

Senin , 19 April 2021 | 18:26
12 Klub Elite Dikabarkan Siap Gabung Liga Super Eropa
Sumber Foto Tribunnews.com
Ilustrasi grafis

JAKARTA--Wacana pergelaran kompetisi Liga Super Eropa (European Super League) menguat karena didukung oelh sejumlah klub besar dari berbagai negara. Namun rancangan tersebut ditolak oleh UEFA selaku badan otoritas tertinggi persepakbolaan Eropa.

Dilansir dari laman resmi UEFA.com (19/4), UEFA selaku otoritas tertinggi sepak bola Eropa bekerja sama dengan asosiasi sepakbola lainnya, melayangkan gugatan secara hukum ke para penggagas Liga Super Eropa.

"UEFA, Asosiasi Sepak Bola Inggris dan Liga Premier, Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan La Liga, dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Serie A telah mengetahui bahwa beberapa klub Inggris, Spanyol dan Italia mungkin berencana untuk mengumumkan pembuatan Liga Super tertutup mereka," kata pihak UEFA dilansir dari laman resmi UEFA.com (19/4/21).

"Jika ini terjadi, kami ingin menegaskan kembali bahwa kami - UEFA, FA Inggris, RFEF, FIGC, Liga Premier, La Liga, Serie A, FIFA dan semua asosiasi anggota kami - akan tetap bersatu dalam upaya kami untuk hentikan proyek sinis ini, sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya," ujarnya.

"Kami akan mempertimbangkan semua langkah yang tersedia bagi kami, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga; tidak bisa dengan cara lain."

"Seperti yang diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan enam Federasi, klub-klub terkait akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan para pemain mereka bisa ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka," ungkapnya.

Gagasan Liga Super Eropa telah muncul sejak lama dan kabarnya dalam waktu dekat, beberapa tim Inggris, Itali, dan Spanyol akan mendeklarasikan bergabung dengan kompetisi ini. Beberapa tim yang diduga menjadi penggagas European Super League seperti Real Madrid, Juventus, Manchester United dan Liverpool pun berada di ujung tanduk menyusul keputusan UEFA menggunggat keempatnya.

Dilansir dari laman Gazetta Italia (19/4/21), UEFA melayangkan gugatan sebesar 60 miliar euro kepada para penggagas European Super League atau Liga Super Eropa. Selain itu, FIFA juga akan memberi hukuman kepada para pemain yakni berupa larangan bermain di kompetisi di level domestik, Eropa dan bahkan dunia.

 

Liga Super Eropa pertama kali digagas oleh Andrea Agnelli selaku presiden Juventus. Ia mengundang sebanyak 12 tim dari tiga negara elit sepak bola eropa, yaitu Inggris, Spanyol dan Italia. Bebrapa klub telah mendeklarasikan bergabung dengan kompetisi Liga Super Eropa.

12 tim tersebut adalah Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid dari Spanyol. Lalu The Big Six dari Liga Inggris dan Juventus, Inter Milan, dan AC Milan dari Italia. Selain klub yang telah disebut, tim seperti Bayern Munchen dan PSG sebagai representasi dari Jerman dan Prancis disebutkan menolak ajakan bergabung European Super League. 

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menentang rencana pembentukan kompetisi European Super League atau Liga Super Eropa yang diproyeksikan menjadi pengganti Liga Champions milik UEFA.

“Liga Super Eropa akan sangat merusak sepak bola dan kami mendukung tindakan yang akan dilakukan otoritas sepak bola,” kata Johnson melalui Twitter pribadinya, @BorisJohnson.

“Mereka akan menyakiti liga-liga domestik, dan ini akan menjadi perhatian para penggemar sepak bola di seluruh negeri. Klub-klub yang terlibat harus menjawab pertanyaan para fan sebelum mengambil langkah lebih jauh,” tambah dia.

Rencana pembentukan kompetisi Liga Super Eropa juga mendapat kecaman dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia mengapresiasi langkah klub-klub Prancis yang telah menolak berpartisipasi dalam liga tersebut.

“Presiden menyambut baik posisi klub-klub Prancis menolak berpartisipasi dalam proyek Liga Super Eropa yang mengancam prinsip solidaritas dan olahraga,” demikian Istana Kepresidenan Prancis Elysee dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

“Prancis akan mendukung langkah yang diambil oleh LFP, FFF, UEFA dan FIFA demi melindungi integritas setiap kompetisi, baik nasional maupun di Eropa.”

Sebanyak 12 klub besar Eropa telah sepakat mendirikan kompetisi baru European Super League (ESL). Klub-klub tersebut yaitu Manchester United, Liverpool, Manchester City, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Selain itu, ada juga Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.

Presiden Real Madrid Florentino Perez yang ditunjuk sebagai presiden ESL pertama menyatakan bahwa liga baru tersebut merupakan upaya demi membawa sepak bola ke tempat yang selayaknya. “Sepak bola adalah satu-satunya olahraga di dunia yang memiliki lebih dari empat miliar penggemar dan tanggung jawab kami sebagai klub besar adalah menjawab keinginan mereka,” kata Perez.

 



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load