Kecanduan Narkoba Yang Menjerat Maradona

Kamis , 26 November 2020 | 01:07
Kecanduan Narkoba Yang Menjerat Maradona
Sumber Foto DetikSport
Maradona kecanduan narkoba

JAKARTA--Bintang Argentina Diego Maradona diketahui pernah menjadi pecandu narkoba. Ia diketahui mulai kecanduan saat berkostum Barcelona dalam usia 24 tahun.

Kegilaannya dengan narkoba semakin menjadi-jadi saat bermain di Napoli (1984-1991). Dia mengonsumsi kokain dengan sangat intens sehingga kemudian mutu permainannya pun meredup.

Pada Piala Dunia 1994 ia gagal melewati tes penggunaan obat terlarang. Ia tidak hanya harus pulang lebih cepat namun juga terkena skorsing FIFA selama 15 bulan. Kasus doping ini menjadi catatan kelam sepak bola dunia.

Di Piala Dunia 1994, Maradona mencetak satu gol ketika Argentina mengalahkan Yunani dengan skor 4-0. Mantan pemain Barcelona itu juga membuat assist ketika Tim Tango menang 2-1 atas Nigeria.

Setelah laga menghadapi Nigeria, Maradona diminta menjalani serangkaian tes doping. Hasilnya Maradona terbukti positif mengkonsumsi efedrin, salah satu obat yang dilarang FIFA.

Efedrin adalah obat yang bisa membantu mengatasi masalah pernapasan sekaligus meningkatkan performa dan kinerja. Selain itu, efedrin juga disebut bisa membantu menurunkan berat badan, masalah yang dialami Maradona kala itu.

Terbukti menggunakan doping, ia kemudian diusir dari arena Piala Dunia 1994 dan harus angkat kaki lebih cepat dari Amerika Serikat dari teman-temannya. Ia mengungkapkan telah dipermainkan oleh FIFA. Ia mendapatkan hukuman 15 bulan tidak boleh main dan tampil di ajang sepak bola apapun. 

Pada Piala Dunia 1994, Argentina hanya bertahan hingga babak perdelapan final setelah kalah 2-3 dari Romania.

Usai menjalani rehabilitasi, Maradona sempat kembali ke dunia sepak bola. Ia sempat membela Boca Juniors dan kemudian beralih menjadi pelatih; 

Ketika mengawali sebagai pelatih klub Dorados, Maradona berkata: "Aku ingin memberikan Dorados apa yang tidak aku dapat ketika aku sakit," kata Maradona, seperti dikutip dari Four Four Two.

"Hari ini aku ingin melihat matahari dan aku ingin tidur di malam hari. Sebelumnya, aku tidak bisa tidur dan aku bahkan tidak tahu yang namanya bantal. Itulah mengapa aku menerima tawaran dari Dorados. Aku mengambil tanggung jawab ini seolah-olah ini adalah anak baruku," sambungnya.

"Sejak aku lepas dari jeratan pada 15 tahun yang lalu, aku ingin menjelaskan kepada Anda bahwa ketika aku jadi pemakai, hidupku berantakan. Itu adalah kemunduran dan pemain bola harusnya selalu maju. Itu semua berhenti berkat putriku."

"Ketika aku masih dalam keadaan koma dan dia (Dalma Maradona) menyentuh sepraiku untuk bangunkan aku. Lalu aku pergi, dan seperti semua orang, kami dihakimi dan kami pikir kami memegang teguh kebenaran, aku bertanya-tanya berapa banyak orang di sana yang telah melakukan hal-hal yang lebih buruk daripada kami. Aku di sini untuk bekerja."

"Aku di sini untuk memberikan hatiku seperti yang aku lakukan di Fujairah, di mana aku berkendara 300 kilometer sehari untuk bekerja. Sekarang, terserah kami (Dorados) apakah mau untuk membawa seekor gajah di pundak? Dan itu tidak mudah. Aku tidak bersembunyi, aku tidak membunuh, dan aku tidak berbohong," tegasnya.



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load