Maradona Tidak Pernah Menyesal

Kamis , 26 November 2020 | 00:25
Maradona Tidak Pernah Menyesal
Sumber Foto Kaskus.id
Maradona melewati kepungan para pemain Inggris

JAKARTA--Pemain legendaris sepak bola Argentina, Diego Maradona, tidak pernah menyesali terjadinya "Gol Tangan Tuhan’ yang ia cetak dalam laga melawan Inggris, di perempatfinal Piala Dunia 1986 silam.

Dalam pertandingan tesebut, Maradona tampak mendorong bola dengan tangannya ke gawang yang dijaga kiper Timnas Inggris, Peter Shilton.

Saat itu belum ada teknologi VAR seperti saat ini. Insiden tersebut tidak terlihat oleh wasit atau hakim garis. Akhirnya, meskipun ada protes keras dari pihak Bobby Robson, gol tetap disahkan.

Menang atas Timnas Inggris dengan skor 2-1, Argentina kemudian mengalahkan Jerman Barat 3-2 di final Piala Dunia di Meksiko dan berhasil mengangkat Piala Dunia di tahun 1986.

Seperti dilansir The Sun, 32 tahun kemudian dalam sebuah film dokumenter 'Diego Maradona – Rebel, Hero, Hustler, God', Maradona mengatakan tak menyesal melakukan tindakan tersebut.

“Sebagai orang Argentina, tidak tahu apa yang sedang dilakukan militer. Mereka memberi tahu kami bahwa kami memenangkan perang. Namun dalam kenyataannya, Inggris unggul,” ujarnya,

Ia menambahkan, “Aku tahu itu tanganku. Itu bukan rencanaku tapi aksinya terjadi begitu cepat. Namun, itu perasaan yan menyenangkan semacam balas dendam simbolis terhadap Inggris."

Laga tersebut memang terjadi setelah kekalahan Argentina dalam perang melawan tentara Inggris di Pulau Falkland beberapa tahun sebelumnya. Krisis Falkland terjadi setelah pemerintah Argentina mendaratkan pasukan di pulau yang disengketakanitu pada 19 Maret 1982.

AL Inggris berhasil menghancurkan lebih dari setengah dari 134 pesawat tempur Argentina selama perang dengan menggunakan kombinasi perang listrik, Harriers, misil darat ke udara, dan artileri anti pesawat udara. Perang diakhiri dengan menyerahnya Argentina pada 14 Juni 1982, setelah tiga minggu operasi amfibi Inggris dan operasi darat mereka di Pulau Falkland Timur.

 



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load