Belgia versus Inggris, Laga Rasa Premier League

Sabtu , 14 Juli 2018 | 11:30
Belgia versus Inggris,  Laga Rasa Premier League
Sumber Foto Dok/Ist
Belgia kontra Inggris

JAKARTA – Belgia atau Inggris yang akhirnya mampu menjadi jawara ketiga di Piala Dunia 2018?

Laga yang bakal digelar di Stadion Saint Petersburg, Sabtu (14/7/2018) bukan pertandingan asal pertandingan. Namun, disebut-sebut laga yang tidak akan kalah dengan laga final yang mempertemukan Prancis vs Kroasia di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018).

Persoalannya bukan siapa yang juara? Masalahnya hanya menyangkut gengsi saja! 

Baik Belgia dan Inggris dipastikan tidak mau kehilangan muka meski hanya memperebutkan juara ketiga di Piala Dunia di Rusia ini. Kedua tim bakal menurunkan kekuatan terbaiknya.

Sekadar catatan saja saat laga ketiga Grup G itu Belgia tidak memainkan kapten Eden Hazard, Jan Vertonghen, Vincent Kompany, gelandang Axel Witsel, hingga striker Romelu Lukaku. Inggris juga hanya menurunkan Jordan Pickford dan bek John Stones sebagai pemain inti, selebihnya pelapis seperti Marcus Rashford, Fabian Delph atau Phil Jones.

Pertarungan pemain-pemain pelapis itu pun berakhir untuk kemenangan Belgia setelah Adnan Januzaj membobol gawang Pickford pada menit ke-51. Sekaligus meloloskan Belgia sebagai juara Grup G.

Pertandingan nanti menjadi kesempatan bagi Belgia memperbaiki rapor di Piala Dunia dengan meraih posisi ketiga di tahun ini. Pencapaian terbaik Belgia di turnamen empat tahunan ini peringkat keempat pada edisi 1986.

Hasil serupa juga diharapkan Inggris. The Three Lions ingin menebus kegagalan di semifinal usai kalah 1-2 dari Kroasia. Peringkat ketiga juga akan menjadi pencapaian terbaik Inggris setelah menjadi juara Piala Dunia 1966.

Sebelumnya, Inggris pernah mencapai babak semifinal pada edisi 1990 di Italia. Sayangnya saat itu Inggris kalah adu penalti dari Jerman. Di perebutan tempat ketiga Inggris kembali kalah 1-2 dari tuan rumah Italia.

Dalam laga perebutan juara ketiga ini, kedua tim tampaknya harus memainkan permainan terbuka, terutama Inggris. Tim asuhan Gareth Southgate juga pasti akan belajar dari kesalahan di semifinal, untuk tidak bermain bertahan lagi, terlebih lagi setelah dalam posisi unggul.

Dengan memiliki barisan serang mumpuni seperti Romelu Lukaku, Eden Hazard, Dries Mertens, hingga Kevin De Bruyne, The Red Devils sudah pasti akan menggempur Inggris.

Inggris juga pasti akan meladeni permainan lawannya ini. Karena bertahan sama saja bunuh diri dan bisa menggagalkan ambisi mereka finis di posisi ketiga."Ini peluang untuk memiliki hasil terbaik kedua yang pernah kami punya, dan kesempatan bagi pemain mendapatkan medai," ujar Southgate dikutip dari ESPN.

Akan tetapi kondisinya akan berbeda jika Inggris tidak tampil dengan kekuatan penuh, sementara Belgia sebaliknya. Maklum, selain memiliki waktu pemulihan lebih panjang usai melawan Prancis, Rabu (11/7) dini hari WIB, Belgia juga tidak memiliki pemain yang cedera.

Sementara Inggris baru saja melakoni pertarungan panjang selama 120 menit melawan Kroasia pada Kamis (12/7/2018) dini hari WIB. Ditambah lagi beberapa pemainnya harus keluar lapangan dengan tertatih-tatih seperti Kieran Trippier. Harry Kane juga disebut-sebut tidak dalam kondisi bugar sejak babak 16 besar.

Wingback Inggris Kieran Trippier diragukan tampil melawan Belgia karena cedera saat menghadapi Kroasia.

Tidak akan ada rahasia di antara skuat Inggris dan Belgia untuk laga ini, kecuali strategi dari masing-masing pelatih. Maklum, sebagian besar (13 pemain) dari 23 pemain belgia yang dibawa ke Piala Dunia 2018 mencari nafkah dengan bermain di Liga Primer Inggris.

Kondisi itu sudah tentu membuat setiap pemain dari Belgia dan Inggris sudah mengetahui kelebihan dan kekuatan lawannya. Terlebih lagi, baik pemain Belgia dan Inggris ada yang berada di satu klub. Sebut saja Eden Hazard, Jan Vertonghen , Toby Alderweireld yang bersama Kane, Danny Rose, Dele Alli, Kieran Trippier di Tottenham Hotspur.

Atau Romelu Lukaku dan Marouane Fellaini yang satu klub dengan Ashley Young, Jones, Jesse Lingard, dan Marcus Rashford di Manchester United. Kompany dan Kevin De Bruyne juga bersama-sama dengan Stones, Kyle Walker, Raheem Stering, dan Fabian Delph di Man City.

Siapa Peraih Sepatu Emas

Belgia vs Inggris di Saint Petersburg nanti rupanya tidak saja demi tempat ketiga Piala Dunia 2018, tetapi juga penghargaan Sepatu Emas.

Harry Kane untuk sementara berada di barisan terdepan dalam perebutan gelar top skor Piala Dunia 2018.Sampai dengan saat ini penyerang Inggris Harry Kane berada di puncak klasemen daftar top skor Piala Dunia 2018 dengan torehan enam gol, sementara Romelu Lukaku dari Belgia menguntit di bawahnya dengan catatan empat gol.

Romelu Lukaku menjadi pesaing terdekat Harry Kane untuk meraih Sepatu Emas. Jika Lukaku bisa menyamai pencapaian gol sampai turnamen ini berakhir dan tidak ada pemain lain yang menjadi pesaing, maka penghargaan Sepatu Emas akan ditentukan melalui assist yang diciptakan para pemain itu.

Berdasarkan komposisi kedua tim, pertandingan ini layak berada di final. Untuk hal ini Lukaku lebih unggul karena sudah memberikan satu assist untuk gol Belgia. Hanya saja, apabila masih ada kesamaan dalam jumlah gol dan assist, Sepatu Emas akan diberikan kepada pemain dengan jumlah menit bermain yang lebih sedikit.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load