Kecurangan Tes Bahasa Italia Suarez Diselidiki

Rabu , 23 September 2020 | 05:37
Kecurangan Tes Bahasa Italia Suarez Diselidiki
Sumber Foto dok/ist
Pemain Barcelona Luis Suarez.

JAKARTA - Tes bahasa Italia yang dijalani Luis Suarez sedang diinvestigasi karena diduga ada kecurangan. Rumor yang berkembang menyebutkan, Juventus terlibat.

Bintang sepakbola Uruguay itu sempat dibidik Juventus setelah tidak dibutuhkan Barcelona lagi untuk musim 2020/2021. Karena kuota pemain non-Uni Eropa Bianconeri sudah penuh, maka untuk bisa bergabung Suarez mesti memperoleh paspor Italia.

Suarez sendiri memenuhi syarat untuk mendapatkan kewarganegaraan Italia karena istrinya merupakan keturunan Italia. Pada prosesnya, El Pistolero menjalani ujian Bahasa Italia di Perugia pada pekan lalu.

Kini muncul laporan yang menyebut bahwa Luis Suarez sedang diselidiki atas dugaan kecurangan dalam ujiannya itu setelah ditemukan sejumlah ketidakberesan.

Investigasi diluncurkan oleh Kolonel Selvaggio Sarri. Dia juga menekankan bahwa Juventus tidak terlibat atas adanya indikasi kecurangan."Sebuah klub Serie A meminta Suarez untuk mengikuti ujian," kata Sarri kepada Radio Punto Nuovo, yang dikutip dari Football Italia.

"Juve berniat mendaftarkan pemain tersebut dan Universitas terbuka untuk menjadi tempat ujian. Masalahnya bermula ketika mereka dihadapkan pada seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa Italia. Secara formal, dia dianugerahi diploma untuk tingkat menengah, tapi kami menemukan bahwa semuanya telah diatur sebelumnya," sambungnya.

"Tidak ada tekanan dari luar, Juventus saat ini tidak dalam penyelidikan, tapi kita akan lihat apa yang muncul. Orang-orang yang bekerja di Universitas Perugia-lah yang membuat diri mereka dapat sorotan," ujarnya.

Sarri juga mengatakan bahwa Suarez tidak berpotensi dijerat hukum. Striker Barcelona asal Uruguay itu malah ditekankan memang harus lulus ujian tes bahasa Italia jika mau mendapatkan hak kewarganegaraan.

"Pemain juga tidak mengambil risiko hukuman apa pun, karena hal semacam ini hanya tentang pejabat publik yang tidak melakukan pekerjaannya. Faktanya, kami telah menyelidiki Universitas Perugia karena aktivitas mereka yang kurang transparan sejak Februari 2020. Mereka dengan cara yang tidak beruntung telah melakukan ini ketika kami sudah menyelidikinya," Sarri membeberkan.

"Bukan berarti dia tidak harus lulus, dia harus lulus, karena kami tidak bisa merusak kesepakatan 10 juta euro per musim atas ijazah B1," ia menegaskan.

Juventus dan Suarez sebelumnya menyepakati kontrak dua tahun dengan opsi tambahan satu tahun. Suarez juga dijanjikan mendapat gaji 10 juta euro bersih per musim, kepindahan tersebut sudah tidak mungkin terjadi seiring Bianconeri mendatangkan Alvaro Morata.(*)



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load