Tati Sumirah, Pahlawan Piala Uber Tutup Usia

Jumat , 14 Februari 2020 | 10:22
Tati Sumirah, Pahlawan Piala Uber Tutup Usia
Sumber Foto liputan6.com
Tati Sumirah semasa hidup.

JAKARTA - Dunia bulu tangkis di Tanah Air tengah berduka. Salah satu pahlawan penentu kemenangan Indonesia untuk pertama kali merebut Piala Uber 1975, Tati Sumirah, berpulang pada Kamis (13/2/2020) pukul 22.30 WIB.

Tati Sumirah menghadap Sang Khalik setelah sembilan hari dirawat di ICU Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur. Almarhumah meninggal di usia 68 tahun akibat kadar gula darah yang tinggi dan bermasalah pada paru-paru.

Berita duka ini didapat dari Reza Aditya Pratama, keponakan Tati yang terus mendampingi sejak pertama kali dirawat di rumah sakit. "Berita duka, telah meninggal dunia Ibu Tati Sumirah pada hari ini, Kamis, 13 Februari 2020 jam 22.30. Mohon dibukakan pintu maaf segala dosa-dosanya dan semoga arwahnya husnul khatimah," kata Reza seperti dilansir liputan6.com.

Sejak masuk rumah sakit, Selasa (4/2/2020), kondisi mantan pebulu tangkis kelahiran Jakarta, 9 Februari 1952 ini memang kritis. Hingga berpulang, Tati Sumirah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tati Sumirah akan dimakamkan di TPU Kemiri Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta Timur, setelah salat Jumat. Berangkat dari rumah duka Jl. H Djubris RT 10 RW 08 No. 52 Kalurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

"Kita merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Tati Sumirah. Dia tidak saja pahlawan bagi klub Tangkas, tetapi juga untuk bulutangkis Indonesia. Berkat dedikasinya, Indonesia pertama kali bisa merebut Piala Uber tahun 1975," tutur Juniarto Suhandinata, Wakil Ketua PB Tangkas Jakarta.

Menurut Juniarto, sebagai pebulu tangkis, performa Tati maju pesat setelah sejak 1966 bergabung ke klub Tangkas Jakarta. Tati juga adalah seorang pemain yang gigih.

Saban latihan, dia selalu ditemani sang ayah, Sugrisno. Tati sangat rajin berlatih. Tiada hari tanpa latihan baginya.

Bulu tangkis adalah segalanya buat Tati. Puncak kariernya diukir sewaktu mempersembahkan Piala Uber ke pangkuan Ibu Pertiwi pada 1975. Dia menjadi satu-satunya pemain tunggal putri yang mempersembahkan angka kemenangan buat tim putri Skuad Garuda.

Pada laga final di Istora Senayan, Jakarta, 6 Juni 1975, Indonesia sukses merebut Piala Uber setelah menang 5-2 atas juara bertahan Jepang. Tati sukses menyumbangkan poin kemenangan dengan menekuk Atsuko Tokuda 11-5 dan 11-2.

Sementara rekannya Theresia Widiastuti dikalahkan Hiroe Yuki, 7-11, 1-11 dan Utami Dewi dijegal Noriko Nakayama, 5-11, 3-11. Namun, di empat partai ganda, pemain tuan rumah tampil hebat.

Pasangan Regina Masli / Minarni Sudaryanto menggusur Etsuko Takenaka / Machiko Aizawa, 15-6, 6-15, dan 15-9. Lalu, Imelda Wigoena / Theresia Widiastuti menang atas Hiroe Yuki / Mika Ikeda, 15-4 dan 15-9.

Berikutnya, Regina / Minarni mengatasi perlawanan Hiroe Yuki / Mika Ikeda, 15-8 dan 15-11, serta Imelda / Theresia menggulingkan Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa, 17-14 dan 15-0.

"Semangat juang, dedikasi tanpa pamrih, dan totalitas Tati untuk kejayaan prestasi bulu tangkis Indonesia layak menjadi suri teladan dan sumber inspirasi bagi para pemain bulu tangkis Indonesia saat ini," tambah Juniarto.

Selamat jalan Tati Sumirah, pahlawan bulutangkis Indonesia!(*)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load