• Sabtu, 3 Desember 2022

Presiden IPU Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:19 WIB
Tangkapan layar - Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco menyampaikan sambutan dalam Sidang The 8th G20 Parliemantary Speakers' Summit (P20) di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (6/10/2022).(Antara/Gilang Galiartha)
Tangkapan layar - Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco menyampaikan sambutan dalam Sidang The 8th G20 Parliemantary Speakers' Summit (P20) di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (6/10/2022).(Antara/Gilang Galiartha)


SINAR HARAPAN - Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, selepas pertandingan sepak bola pada Sabtu (1/10) pekan lalu.

"Mewakili IPU, izinkan saya mengawali ini dengan menyampaikan turut berbelasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan," kata Pacheco saat mengawali sambutannya dalam Sidang The 8th G20 Parliemantary Speakers' Summit (P20) di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis 6 Oktober 2022.

Sidang P20 tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga akan menyampaikan sambutan kunci.

Baca Juga: Polri Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Pacheco mengatakan pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ajang kegembiraan, tetapi dalam Tragedi Kanjuruhan menjelma jadi tragedi memilukan yang menewaskan lebih dari seratus orang, termasuk anak-anak.

Legislator asal Portugal itu meyakini segenap pihak harus bahu membahu untuk mencegah insiden semacam itu berulang di masa mendatang.

"Sekali lagi, dari hati yang terdalam kami turut berbelasungkawa. Ini tidak boleh terjadi lagi dalam ajang olahraga," ujarnya.

Baca Juga: Iwan Fals: Tragedi Kanjuruhan Mengajarkan Tentang Kebodohan dan Kemunafikan.

IPU menjadi organisasi internasional terkini yang memberikan perhatian terhadap Tragedi Kanjuruhan, yang tak hanya berasal dari dunia olahraga tetapi juga publik internasional pada umumnya.

Tragedi Kanjuruhan bermula dari kericuhan setelah para suporter Arema FC memasuki lapangan seusai pertandingan Liga 1 Indonesia melawan Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3 untuk tim tamu pada Sabtu (1/10) malam.

Masuknya suporter ke dalam lapangan dijawab dengan keras oleh petugas pengamanan yang melontarkan tembakan gas air mata ke tribun, menewaskan lebih dari 100 korban jiwa.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan di Malang

Data Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polri terdapat 455 orang korban Tragedi Kanjuruhan dengan 125 di antaranya meninggal dunia, luka berat 21 orang dan 309 lainnya luka ringan.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengemukakan ada enam korban jiwa lain dari Tragedi Kanjuruhan yang langsung diketahui identitasnya oleh keluarga, sehingga tidak terdata Dokpol Polri.

Presiden Jokowi mengaku telah menelepon langsung Presiden FIFA Gianni Infantino terkait Tragedi Kanjuruhan pada Senin (3/10) lalu, sembari menyatakan akan menghormati keputusan apapun yang diambil otoritas sepak bola dunia itu.

Baca Juga: TNI Periksa Unsur Pimpinan Terkait Tragedi Kanjuruhan, Empat Prajurit Sudah Mengaku

Presiden Jokowi juga telah memerintahkan pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali selaku Wakil Ketua.

Tim berisikan 13 anggota dari berbagai kalangan tersebut diminta Presiden untuk bisa menuntaskan tugasnya menelusuri Tragedi Kanjuruhan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ghana, Uruguay, dan Tendangan Penalti

Sabtu, 3 Desember 2022 | 04:44 WIB

Maroko di Puncak Grup F, Ini Klasemen Terakhir

Jumat, 2 Desember 2022 | 01:31 WIB
X