• Rabu, 7 Desember 2022

PSSI Komunikasi dengan FIFA demi Hindari Sanksi Pascakerusuhan Malang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:24 WIB
Sekjen PSSI Yunus Nusi (tengah), didampingi Wakil Sekjen PSSI Maaike Ira Puspita (kiri) dan Kepala Tim Medis PSSI Syarif Alwi memberikan keterangan mengenai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/10/2022).(Antara/Michael Siahaan)
Sekjen PSSI Yunus Nusi (tengah), didampingi Wakil Sekjen PSSI Maaike Ira Puspita (kiri) dan Kepala Tim Medis PSSI Syarif Alwi memberikan keterangan mengenai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/10/2022).(Antara/Michael Siahaan)


SINAR HARAPAN - Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan FIFA demi menghindari sanksi akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10), setelah laga Liga 1 Indonesia Arema FC versus Persebaya.

"Kami berharap kejadian ini tidak menjadi rujukan atau landasan FIFA untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan Indonesia dan, khususnya, PSSI," kata Yunus dalam konferensi pers di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022.

Pria asal Gorontalo itu melanjutkan, PSSI mengirimkan laporan pertama tentang keributan di Kanjuruhan kepada FIFA pada Sabtu (1/10) malam atau beberapa saat setelah peristiwa terjadi.

Baca Juga: PSSI: Seharusnya Banyak Pihak Bisa Menahan Diri di Stadion Kanjuruhan

FIFA, kata Yunus, memang meminta keterangan langsung dari PSSI lantaran banyaknya korban meninggal dunia. Komunikasi PSSI dengan FIFA pun berlanjut sampai Minggu.

Sampai Minggu siang, tercatat 129 orang kehilangan nyawa akibat huru-hara tersebut

"Ini kejadian luar biasa. Kami terus menyampaikan kepada FIFA kabar terbaru soal kejadian tersebut," kata Yunus menambahkan.

Baca Juga: Data BPBD Jatim: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Menjadi 174 Orang

Sementara soal potensi sanksi dari FIFA, Yunus Nusi mengaku belum memiliki gambaran. Akan tetapi, dirinya yakin FIFA tidak akan mengambil keputusan secara instan.

Terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tersebut, Yunus Nusi menekankan bahwa itu bukanlah perkelahian antarsuporter.

Banyaknya korban meninggal, menurut Yunus terjadi karena terjepit di kerumunan suporter yang berdesak-desakan.

Baca Juga: Kapolri Bertolak ke Malang Evaluasi Tragedi Kanjuruhan, Korban Tewas Menjadi 130 Orang

"Ada yang jatuh, terinjak, saat mencoba keluar dari pintu stadion. Ada puluhan ribu penonton yang ingin keluar sehingga terjadi tragedi tersebut," kata Yunus menjelaskan.

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan bermula saat ribuan suporter Arema FC, Aremania, merangsek masuk ke area lapangan setelah tim kesayangannya kalah 2-3 dari Persebaya.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan yang membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.

Baca Juga: Kemenkes: Korban Luka Tragedi Stadion Kanjuruhan Capai 188 Orang

Suporter yang bertumbangan membuat kepanikan di area stadion dan berebut mencari jalan keluar. Jumlah pendukung yang membutuhkan bantuan medis tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

Para suporter itu banyak yang mengeluh sesak nafas terkena gas air mata dan terinjak-injak saat berusaha meninggalkan tribun stadion.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arema FC Menang 2-0 Atas Dewa United

Rabu, 7 Desember 2022 | 18:41 WIB

Macan Kemayoran Menang Tipis 1-0 Atas Borneo FC

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:25 WIB

Persis Solo Pesta Gol di Gawang Rans Nusantara FC

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:21 WIB
X