• Rabu, 7 Desember 2022

KONI: Suporter Sepakbola Indonesia Harus Diedukasi, Jangan Sampai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Dicabut

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:02 WIB
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman.(Dok/Kemenpora)
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman.(Dok/Kemenpora)


SINAR HARAPAN - Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyebut bahwa tragedi Kanjuruhan, Malang harus menjadi bahan evaluasi penentu kebijakan, termasuk dalam hal pemberian edukasi terhadap para suporter sepak bola Indonesia.

“Suporter ini penting peranannya. Tindakan mereka harus menambah motivasi dan semangat para pemain, namun bisa juga membuat pemain dan negaranya rugi,” kata Marciano dalam pernyataan tertulis, Minggu 2 Oktober 2022.

“Oleh karenanya, suporter Indonesia harus mendapatkan edukasi agar fanatisme terhadap klub kebanggaan mereka tetap terkendali dan menjunjung tinggi sportivitas,” ia menambahkan.

Baca Juga: PSIS Semarang Tunggu Surat Resmi Penghentian Liga 1 Indonesia

Laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022/23 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam berakhir ricuh setelah sejumlah suporter tim tuan rumah merangsek masuk ke lapangan karena tidak menerima timnya kalah.

Petugas pengamanan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Namun imbauan tersebut tidak digubris sehingga pihak kepolisian melancarkan tembakan gas air mata.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi tersebut, dengan dua di antaranya adalah anggota Polri.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Menjadi 129 Orang

Selain itu, terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kejadian tersebut.

Atas kejadian tragis yang juga menyita perhatian dunia internasional, Marciano juga menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban dan sepak bola Indonesia.

“Duka mendalam pada sepak bola Indonesia. Saya prihatin sekali atas kejadian ini. Tragedi ini merupakan bencana terburuk dalam kerusuhan sepak bola dunia dengan korban jiwa terbanyak,” kata mantan Ketua BIN itu.

Ia juga berharap tragedi Kanjuruhan itu tidak berujung sanksi kepada Indonesia atau pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arema FC Menang 2-0 Atas Dewa United

Rabu, 7 Desember 2022 | 18:41 WIB

Macan Kemayoran Menang Tipis 1-0 Atas Borneo FC

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:25 WIB

Persis Solo Pesta Gol di Gawang Rans Nusantara FC

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:21 WIB
X