• Rabu, 7 Desember 2022

Tragedi di Kanjuruhan Malang Lampaui Kejadian di Hillsborough, Rekor Kematian Kedua di Dunia

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:39 WIB
Kerusuhan di laga Arema FC versus Persebaya Surabaya makan korban 127 orang tewas.(Antara/Ari Bowo Sucipto)
Kerusuhan di laga Arema FC versus Persebaya Surabaya makan korban 127 orang tewas.(Antara/Ari Bowo Sucipto)


SINAR HARAPAN - Dunia sepak bola Tanah Air berduka. Sedikitnya 127 orang tewas dalam insiden kerusuhan gegara pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di kompetisi Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Kejadian ini bisa disebut tragedi karena jumlah korban yang tewas tercatat rekot kematian kedua di dunia setelah peristiwa di Hillsborough  pada 15 April 1989.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dalam jumpa pers pada Minggu 2 Oktober 2022 dini hari menyebutkan, hingga dini hari tadi sebanyak 127 orang tewas dalam insiden kerusuhan imbas pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.

Baca Juga: Manajemen Arema FC Sampaikan Duka Cita dan Bentuk Crisis Center

"Imbas kerusuhan yang terjadi di laga Arema vs Persebaya, total 127 orang meninggal dunia, 2 di antaranya petugas polisi, 34 orang meninggal di stadion, sisanya meninggal di rumah sakit," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta seperti dilansir Antara.

Dia menyebutkan, kejadian itu terjadi karena tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya. Suporter mengamuk masuk ke lapangan, namun mendapat dihalau petugas kepolisian.

Petugas lantas menembakan gas air mata yang dilepaskan polisi ke arah suporter. Ternyata itu  membuat penonton panik dan kocar-kacir. Akibatnya, banyak penonton yang terinjak-injak dan tewas.  Data terakhir menyebutkan 127 orang tewas, 180 orang lainnya terluka.

Baca Juga: Dua Polisi Tewas dalam Kerusuhan di Kanjuruhan Malang, Berikut Kronologi Kejadiannya

CNN Indonesia menyebutkan, tragedi di Stadion Kanjuruhan ini punmasuk kejadian paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia. Bahkan dengan angka 127 orang tewas itu, tragedi ini langsung berada di urutan kedua daftar kejadian paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia.

Jumlah korban tewas dalam peristiwa mematikan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/20/2022) malam sudah melewati tragedi yang terjadi di Accra Sports Stadion, Accra, Ghana. Kejadian di salah satu negara Benua Afrika itu menewaskan 126 orang pada 9 Mei 2001.

Berikut daftar 10 laga sepak bola di dunia yang paling banyak memakan korban jiwa seusai kejadian di Stadion Kanjuruhan.

- 24 Mei 1964, Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru, 328 Orang Tewas

- 1 Oktober 2022, Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia, 127 Orang Tewas

- 9 Mei 2001, Accra Sports Stadium Disaster, Accra, Ghana, 126 Orang Tewas

- 15 April 1989, Hillsborough Disaster, Sheffield, Inggris, 96 Orang Tewas

- 12 Maret 1988, Kathmandu Hailstorm Disaster, Kathmandu, Nepal, 93 Orang Tewas

- 16 Oktober 1996, Mateo Flores National Disaster, Guatemala City, Guatemala, 80 Orang Tewas

- 1 Februari 2012, Port Said Staduim Riot, Port Said, Mesir, 70 Orang Tewas

- 23 Juni 1968, Puerta 12, Estadion Monumental, Buenos Aires, Argentina, 71 Orang Tewas

- 2 Januari 1971, Second Ibrox Stadium DIsasterm Glasgow, Skotlandia, 66 Orang Tewas

- 20 Oktober 1982, Luzhniki DIsaster, Leni Stadium, Moskow, Uni Soviet, 66 Orang Tewas.***


Editor: Norman Meoko

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Arema FC Menang 2-0 Atas Dewa United

Rabu, 7 Desember 2022 | 18:41 WIB

Macan Kemayoran Menang Tipis 1-0 Atas Borneo FC

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:25 WIB

Persis Solo Pesta Gol di Gawang Rans Nusantara FC

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:21 WIB
X