Jelang ATP Finals di Turin, Novak Djokovic Dipusingkan dengan Pergelangan Tangan

- Selasa, 27 September 2022 | 11:18 WIB
Petenis Serbia Novak Djokovic merayakan kemenangannya setelah memenangi final tunggal putra Wimbledon melawan petenis Australia Nick Kyrgios di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (10/7/2022).(Dok/Reuters/Matthew Childs)
Petenis Serbia Novak Djokovic merayakan kemenangannya setelah memenangi final tunggal putra Wimbledon melawan petenis Australia Nick Kyrgios di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (10/7/2022).(Dok/Reuters/Matthew Childs)


SINAR HARAPAN - Petenis mantan peringkat satu dunia Novak Djokovic sedang gusar. Persoalannya: pergelangan tangan petenis asal Serbia itu lagi bermasalah alias cedera.

Kini Novak Djokovic tengah berusaha mengatasi masalah itu agar bisa tampil maksimal pada ajang penutupan akhir tahun ATP Finals di Turin, November mendatang.

Masalah pergelangan tangan Djokovic muncul pekan lalu saat bermain di Laver Cup, London, Inggris setelah tidak bermain pada seri Amerika karena vaksinasi.

"Jujur saya sudah berjuang mengatasi masalah pergelangan tangan kanan saya selama empat, lima hari terakhir. Sekarang saya telah mengatasinya," kata Djokovic seperti dilaporkan Reuters, Senin 26 September 2022.

Dia mengatakan lolos ATP Finals tetap menjadi tujuannya dan tetap akan bermain dalam turnamen Tel Aviv pekan ini, diikuti agenda di Kazakhstan pekan depan, kemudian Paris Masters akhir Oktober.

Kemenangan Grand Slam ke-21 dalam Wimbledon pada Juli menjamin Djokovic mengamankan tiket ATP Finals selama mampu bertahan dalam 20 besar dunia.

Djokovic yang saat ini menduduki peringkat ketujuh, mengatakan masalah pergelangan tangan bisa disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Absen dalam waktu cukup lama dari tur lapangan keras Amerika Utara dan turnamen akbar US Open juga menjadi salah satunya.

"Bisa karena tidak bertanding hampir tiga bulan, lalu kondisi di sini (London) sedemikian rupa sehingga bolanya benar-benar besar dan lambat. Anda harus melakukan banyak gerakan dan kecepatan pergelangan tangan, yang bisa menjadi penyebab mengapa saya merasa sakit," kata petenis berusia 35 tahun itu.

Turnamen selama tiga hari di O2 Arena London itu adalah ajang pertama Djokovic sejak Wimbledon  awal Juli. Namun dia kalah dari petenis Kanada Felix Auger-Aliassime pada hari terakhir kompetisi itu  Minggu.

"Saya tidak bisa melakukan servis secepat atau seakurat yang saya inginkan. Itu mempengaruhi keseluruhan pertandingan," pungkas Djokovic.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Maroko di Puncak Grup F, Ini Klasemen Terakhir

Jumat, 2 Desember 2022 | 01:31 WIB

Babak Pertama Maroko Unggul 2-1 Atas Kanada

Kamis, 1 Desember 2022 | 23:03 WIB
X